TKN Jokowi: Prabowo-Sandi dan Tim Sejak Awal Suka Berbohong

Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni

Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni

Jakarta, PANRITA.News – Wakil Sekretaris TKN, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Raja Juli Antoni kembali menyoroti kubu Capres-Cawapres 02, Prabowo-Sandiaga Uno yang menurutnya kerap melontatkan kebohongan.

Tudingan itu dialamatkan kepada kubu 02 menyusul adanya klaim tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menyatakan akan membawa 12 truk bukti ke Mahkamah Konstitusi.

“Tim hukum 02 mengklaim memiliki bukti sebanyak 12 truk. Melihat cara kampanye Prabowo-Sandi dan tim sejak awal yang suka berbohong, saya tidak percaya bahwa mereka benar-benar punya bukti autentik yang memiliki substansi hukum untuk dibawa ke persidangan,” ujar pria yang kerap disama Toni ini, Senin (17/6/2019).

Ia menyoal inkonsistensi kubu Prabowo-Sandiaga yang menurutnya berkali-kali mengganti klaim kemenangannya. Saat awal, Prabowo menyatakan menang 62% dan dalam gugatannya ke MK, pihak 02 menyatakan kemenangan 52%.

“Mereka pernah mengklaim menang 62%. Sekarang jadi 52%. Bagaimana pertanggungjawaban moral mereka? Kemana menggelundungnya angka 10% itu?” kata Toni.

Sekjen PSI itu mengingatkan agar tim Prabowo-Sandiaga tak asal memasukkan bukti ke MK. Toni menyindir bukti-bukti yang diklaim akan dikirimkan kubu Prabowo-Sandi.

“Saya hanya mengingatkan, MK bukan tempat pembuangan akhir atau tong sampah. Jadi jangan nyampah di MK. Yang akan diterima MK hanya barang bukti yang digariskan UU, sepeti C1 berhologram,” ucapnya.

Toni pun menunggu 12 truk bukti yang disebut-sebut oleh tim hukum Prabowo-Sandiaga. Ia meminta agar jangan ada dusta yang dilakukan kubu 02.

“Kita tantang mereka kapan bawa 12 truk ke MK? Kita undang wartawan dan civil society. Buat live di TV dan medsos. Rakyat bosan dengan kebohonganm Kita tunggu, agar tidak ada lagi dusta di dunia politik kita,” sebut Toni.

Sebelumnya, Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi sempat menyonggung soal 12 truk bukti dalam sidang perdana di MK pada Jumat (14/6/2019) lalu. Majelis hakim mempertanyakan belum adanya beberapa bukti fisik yang disampaikan Prabowo-Sandi dalam gugatannya.

Tim hukum Prabowo-Sandi mengaku sudah ada satu truk bukti yang masuk ke MK dan 11 sedang menuju ke MK. Mereka menyatakan sempat akan memasukkan seluruh bukti itu namun ditarik lantaran pihak MK istirahat.

“Makanya jangan katakan di sini (MK) yang capek. Saya sudah kontrol memang jam 7 closed, istirahat. Tapi setelah itu diperiksa lagi. Bahwa ada ditarik lagi, itu soal lain. Jangan seolah-olah jangan Mahkamah keliru di sini,” kata Hakim konstitusi, I Dewa Gede Palguna kepada tim Prabowo-Sandi.

Leave a Reply