Jelang Idul Fitri, Ini Anjuran MUI Bagi Setiap Muslim

Jakarta, PANRITA.News – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Infokom, Masduki menerangkan alasan adanya anjuran untuk makan sebelum kaum muslimin berangkat melaksanakan Shalat Idul Fitri.

Mula-mula Masduki menjelaskan kata fitri secara harfiah mempunyai dua makna yakni makan dan kembali kesucian. Fitri diartikan sebagai makan sebab umat Islam selama sebulan dilarang makan dan setelah itu diperbolehkan kembali saat menginjak bulan Syawal.

“Idul Fitri itu maknanya dua. Pertama itu, fitri itu makan, jadi kita kembali untuk asal mulanya dilarang makan setiap harinya sekarang dibolehkan makan. Jadi fitri itu maknanya itu. Yang kedua fitri itu maknanya kembali ke yang suci,” kata Masduki, Selasa (4/6/2019).

Anjuran untuk makan sebelum Salat Idul Fitri, menurut Masduki, berbeda dengan saat hendak Salat Idul Adha.

“Tata caranya biasanya karena kita habis puasa maka misalnya kita dianjurkan makan terlebih dahulu. Sebaliknya kalau Idul Adha karena tidak puasa tidak dianjurkan makan terlebih dahulu tetapi makan setelah Idul Adha,” imbuh dia.

Selain itu, sambung Masduki, umat Islam dianjurkan untuk mandi yang bersih sebelum melaksanakan Salat Idul Fitri. Mereka juga disarankan untuk menggunakan wewangian dan pakaian terbaik. 

“Mandi seluruh tubuh kalau mandi disunahkan oleh Rasullah lalu menggunakan wewangian. Jadi parfum yang terbaik dipakai saat itu. Menggunakan baju sarung kopiah yang bersih putih itu bagus itu karena kita kembali ke fitri. Putih itu identik yang suci,” ujarnya.

Hal lain yang tidak boleh dilewatkan saat Salat Idul Fitri adalah memperbanyak takbir. Takbir harus senantiasa dikumandangkan sejak malam sebelum Salat Idul Fitri. 

“Kita berangkat ke masjid dengan bertakbir semuanya diawali setelah subuh, sebelum makan setelah salat subuh, bertakbir,” ujarnya. 

Idul Fitri juga, menurut Masduki, merupakan momentum tepat untuk bersilaturahmi. Masduki menyarankan semua Umat Islam untuk saling bermaaf-maafan di hari yang indah tersebut. 

Salah satu hal yang dianjurkan adalah pergi dan pulang Salat Idul Fitri melewat jalan yang berbeda. Tujuannya adalah untuk memperbanyak silaturahmi.

“Lalu kemudian ketika berangkat ke mesjid di samping bertakbir itu disunahkan kita itu antara berangkat dan pulangnya lewat jalan yang berbeda, misalnya lewat gang satu, pulangnya jangan lewat gang satu, lewat gang dua,” ujarnya.

“Maksudnya kita harus lebih banyak silaturahim, lebih banyak ketemu orang, silaturahim lebih bagus. ketemu orang ini pulang ketemu orang ini,” sambung dia.

Tinggalkan Komentar