Makassar, PANRITA.News – Sebanyak 191 anggota KPPS di Sulawesi Selatan dinyatakan sakit usai melaksanakan tugasnya selama masa Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Mereka tersebar di beberapa kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Selatan.
Humas KPU Kota Makassar, Asrar Marlang mengatakan, mayoritas anggota KPPS yang sakit karena kelelahan saat menjalankan tugasnya pada hari pencoblosan tanggal 17 April lalu.
Namun, dalam data yang dirilis KPU Sulawesi Selatan, ada juga petugas KPPS yang sakit usai dianiaya oleh pendukung caleg.
Seperti yang dialami Mahdan, ketua KPPS TPS 4 Kelurahan Bone Pute, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Mahdan mengalami luka lebam usai dianiaya oleh tim sukses salah satu caleg saat hendak dibawa ke rumah caleg tersebut.
“Kondisi terakhir mata bengkak, hidung berdarah, dan kepala pusing,” demikian isi rilisi KPU Sulawesi Selatan, Rabu, (24/04/2019).
Peristiwa penganiayaan bermula ketika Mahdan ditarik dari rumahnya dan dibawa ke rumah caleg oleh tim sukses caleg tersebut. Sepanjang perjalanan Mahdan dipukuli hingga babak belur.
Tak hanya itu, saat tiba di rumah caleg tersebut Mahdan kembali dipukuli oleh anak calon anggota legislatif tersebut. Meski tak menyebut siapa nama caleg tersebut, Asrar mengatakan kasus ini sedang ditangani Polres Luwu Timur.
“Kasus ini sedang ditangani Polres Luwu Timur,” ucapnya.

Comment