Makassar, PANRITA.News – Tagar #uninstallbukalapak menjadi tren di Indonesia sejak beberapa jam berakhir. Tagar ini diduga digunakan sebagai gerakan menghapus aplikasi Bukalapak.
Hal tersebut setelah sejumlah netizen merasa kecewa pada cuitan Pendiri dan CEO Buka Lapak, Achmad Zaky di Twitter.
Dalam cuitannya, Zaky sempat memunculkan perbandingan soal dana riset industri 4.0, yang menempatkan Indonesia di posisi ke-43.
Netizen mempermasalahkan bagian penutup cuitan tersebut yang bertuliskan “mudah2an presiden baru bisa naikin”.
Pernyataan Zaky dinilai bernuansa politis, sehingga netizen yang kecewa ramai-ramai mengampanyekan #uninstallbukalapak.
Per pukul 04:38, Jumat (15/2/2019), tagar itu sudah menembus 25,2 ribu tweet dan masuk di deretan trending topic Twitter di Indonesia.

Selain mengomentari pernyataan Achmad Zaky seraya mengusung tagar #uninstallbukalapak tersebut, ada pula netizen yang menyertakan tangkapan layar benar-benar sedang melakukan uninstall Bukalapak dari smartphonenya.
Dalam cuitan sebelumnya, Zaky menyebut bahwa anggaran riset dan pengembangan industri 4.0 Indonesia sangat rendah ketimbang negara lain. Menurutnya, hal ini akan menghambat semangat untuk mengembangkan industri 4.0.
Pendukung Jokowi menyebut Zaky seperti anak yang lupa dengan bapaknya. Sebab, mereka menganggap selama ini Jokowi telah mendukung perkembangan industri digital. Sementara cuitan Zaky dianggap tidak tahu berterimakasih atas dukungan tersebut.
Di lain Pihak adapula yang merespon dengan bijak, menurut mereka tiap orang bebas menyatakan pendapatnya.
Bahkan, di deretan tranding topic di twitter Indonesia, juga terdapat tagar #DukungBukaLapak yang di waktu bersamaan mencapai 7.983 cuitan.

Comment