Kediri, PANRITA.News – Kasus pembunuhan terhadap Sukinem (83), pemulung yang tinggal di seputaran Pasar Setono Betek, Kota Kediri, Jawa Timur terungkap. Polres Kediri berhasil menangkap dua pelaku.
Kedua pelaku yaitu, Dedi Asmawan (25) dan Ahmad Setiawan (25) warga Desa Kauman, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.
Kedua tersangka diringkus anggota Reskrim Polresta Kediri setelah melalui pengejaran selama sekitar setengah bulan.
Saat penangkapan, Dedi terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan pada kakinya karena berusaha kabur. Sementara Ahmad dibekuk tanpa perlawanan.
“Berkat kerja keras anggota, akhirnya kedua tersangka berhasil kita amankan,” kata Kapolres Kediri, Anthon Haryadi, Kamis (14/2).
Diketahui, kedua pelaku adalah kekasih dan mantan kekasih korban. Mereka memacari korban bergantian.
Sebelum menjalin cinta dengan Dedi, nenek pemulung itu terlebih dahulu berpacaran dengan Ahmad.
Hubungannya dengan Ahmad diketahui berakhir sejak 2013 lalu. Setelah putus dengan Ahmad, hubungan nenek itu berlanjut bersama Dedi.
Saat diinterogasi, Dedi mengaku mengaku awalnya tak berniat membunuh korban. Ia hanya mengincar perhiasan serta uang korban.
Namun karena diduga ada perlawanan, akhirnya Dedi menghabisi nyawa korban.
“Saat itu tidak sengaja, tetapi kebablasan,” kata Dedi..
Lebih lanjut, Dedi mengaku bahwa selama pacaran, mereka bertemu tiga bulan sekali. Bahkan, saat bertemu, mereka berhubungan layakya suami istri.
Sukinem pun sering memberikan uang kepada Dedi setiap bertemu.

Comment