Mulyadi Mursali Ungkap Harapan Besarnya di Hari Pers Nasional

Bulukumba, PANRITA.News – Meski berada di luar sistem politik formal, pers juga disebut sebagai pilar keempat demokrasi setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Karenanya, kebebasan pers menjadi salah satu tolok ukur kualitas demokrasi di sebuah negara.

Hal itu disampaikan Pemilik Citra TV Visual Bulukumba, Mulyadi Mursali. Sebagai salah seorang yang juga berkecimpun di dunia media dan pers, Mulyadi berharap perigatan HPN tahun ini mampu meningkatkan profesional dan indepedensi para jurnalis dalam mengawal agenda keummatan dan kebangsaan.

Sebagai bagian pilar demokrasi menurutnya, pers memiliki kekuatan untuk mengontrol keberlangsungan suatu negara dan demokrasi.

“Ada pikiran tokoh mengatakan, dengan surat kabar, kadang-kadang muncul kericuhan, tapi tanpa peran surat kabar akan selalu muncul penindasan. Artinya baik buruknya jalannya proses sosial demokrasi dalam negara ataupun daerah tergantung keterlibatan persnya. Selamat hari pers jadilah pencerah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya melalui keterangan yang diterima Panrita.news, Jumat (8/2/2019).

Apalagi dalam perhelatan Pemilu 2019 yang dilaksanakan pada 17 April mendatang, ia berharap Jurnalis sebagaian bagian pers mampu menyuguhkan pemberitaan yang megedukasi.

Ia berharap jurnalis bersikap profesional dalam mengungkap masalah ketimbangan sosial ke masyarakat, sekaligus menjadi penyeimbang atau pencerah terhadap suatu masalah yang terjadi.

“Bahwa pers mempunyai peran lebih kuat dari ketiga pilar demokrasi lain yang berpotensi melakukan abuse of power. Demokrasi akan berkembang dengan baik jika pers juga berkembang dengan baik. Karena itu pers harus menjaga hati nurani untuk menjaga keberlangsungan demokrasi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal (Sekjed) Indonesia Cable Television Association (ICTA) ini menyebutkan, pers diharapkan membuat wajah demokrasi menjadi lebih baik.

Lebih lanjut menurutnya, pers melalui jurnalis mampu meminimalisir atau melawan hoax melalui pemberitaan yang mengedukasi. Pasalnya, tak bisa dipungkiri presepsi publik sangat bergantung pada olahan isi pemberitaan media.

“Dalam peraturan Presiden Nomor 5 tahun 1985 menyebutkan bahwa pers nasional Indonesia mempunyai sejarah perjuangan dan peranan penting dalam melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila. Bagi saya pers adalah pahlawan karena berkontribusi atas keutuhan NKRI. Selamat hari pers untuk kawan-kawan jurnalis, semakin profesional dan terus mencerahkan masyarakar,” harapnya.

Leave a Reply