TKN Jokowi-Ma’ruf Siapkan Serangan Tajam untuk Prabowo-Sandi

Jakarta, PANRITA.News – Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf) sudah menyediakan serangan tajam untuk lawan politiknya Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo-Sandi).

Pernyataan tersebut demi ofensif yang dilontarkan Jokowi beberapa waktu belakangan merupakan bentuk serangan balik atas narasi pesimis dan tanpa data yang dilontarkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily mengaku Jokowi tak akan membiarkan narasi negatif itu masuk ke dalam pikiran masyarakat jelang pilpres 2019.

“Selagi kubu sebelah tetap menyerang kami dengan narasi pesimistik dan tanpa data-data yang objektif, tentu kami akan menanggapinya dengan serangan balik yang lebih tajam,” ujarnya.

Ace menuturkan pernyataan ofensif Jokowi merupakan cara untuk memberikan optimisme kepada masyarakat tentang Indonesia ke depan. Sebab, ia berkata narasi pesimisme yang dibangun Prabowo-Sandiga selama kampanye dapat berakibat buruk bagi masa depan Indonesia.

Jokowi, lanjut dia, ingin menegaskan bahwa kepemimpinannya ke depan lebih mengedepankan program-program yang konkret dan solutif dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi bangsa saat ini.

“Tidak hanya cukup menebarkan pesimisme dengan mengatakan Indonesia punah, bubar dan lain-lain,” katanya seperti dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (5/2)2019).

Terkait hal itu, ia mengklaim Jokowi juga sekaligus mengingatkan kubu Prabowo-Sandiaga tidak menyerang tanpa fakta dan data. Ia meminta prestasi Jokowi tak ditutupi demi alasan elektoral.

“Rakyat harus diberikan pencerahan secara obyektif jangan disuguhi oleh informasi hoaks dan kebohongan,” ujar Ace.

Pengamat politik The Habibie Center Bawono Kumoro mengatakan pernyataan ofensif yang disampaikan Jokowi beberapa waktu belakangan merupakan hal yang wajar. Ia menilai hal itu sebagai bentuk perhanan atas sejumlah serangan yang diarahkan kepada Jokowi, salah satunya mengenai isu PKI.

“Ibarat sebuah pertandingan olahraga melakukan serangan juga baik dilakukan sebagai sebuah bentuk mekanisme pertahanan diri. Apalagi selama ini selama empat tahun ini Presiden Jokowi seringkali mendapatkan serangan-serangan politik luar biasa,” ujar Bawono.

Bawono berkata pernyataan ofensif yang dilontarkan Jokowi juga merupakan cara petahana memperlihatkan kepercayaan diri. Jokowi, kata dia, ingin terlihat memegang kendali kekuatan politik secara lebih riil saat ini dibandingkan 2014 lalu.

Meski sikap ofensif merupakan hal yang wajar, Bawono mengingatkan Jokowi untuk tetap menyampaikan prestasinya kepada publik. Sebab, penyampaian prestasi lebih efektif untuk mendulang dukungan ketimbang pernyataan ofensif.

“Harus menjadi catatan adalah jangan lupa untuk juga selalu menceritakan kisah-kisah sukses selama menjabat empat tahun sebagai presiden dalam setiap kesempatan berpidato atau berbicara di hadapan publik. Inilah barang jualan lebih utama dari seorang incumbent ketimbang serangan-serangan politik kepada kubu rival,” jelasnya.

Leave a Reply