Misteri ‘Pembawa Pesan’ Susul ‘Indonesia Barokah’

Jakarta, PANRITA.News – Tabloid Indonesia Barokah beberapa hari terakhir menjadi perbincangan ‘panas’ di media sosial. Terlebih isi dan konten pemberitaan dalam tabloid tersebut menyudutkan salah satu calon presiden. Tabloid tersebut ditemukan tersebar di sejumlah daerah di pulau Jawa.

Namun, belum usai perdebatan dan polemik yang ditimbulkan dari terbitnya ‘Indonesia Barokah’ itu. Kini, muncul lagi tabloid ‘misterius’ yang diduga melanggar aturan kampanye Pemilu 2019.

Berbeda dengan tabloid Indonesia Barokah, tabloid bernama ‘Pembawa Pesan’ ini justru mencitrakan salah satu pasangan capres. Tabloid tersebut, kini ditelusuri oleh pihak Bawaslu.

Adapun tabloid Pembawa Pesan diberitakan saat ini tersebar di daerah Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tabloid yang disebar lewat kurir ke rumah warga ini diduga melanggar ketentuan yakni kampanye di luar jadwal.

Anggota Bawaslu DKI Jakarta, Puadi, menjelaskan, tabloid Pembawa Pesan disebar kurir bermotor ke rumah warga pada Minggu (27/1/2019). Warga langsung melaporkan tabloid ini ke pengawas tingkat kelurahan karena diduga ada keterkaitan dengan tabloid Indonesia Barokah.

Puadi mengungkapkan, isi Tabloid Pembawa Pesan banyak menceritakan soal Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Tabloid ini tidak ada konten yang menjelek-jelekan pasangan calon, namun banyak membaguskan pasangan calon, lebih banyak ke arah kampanye. Konten lebih banyak ke kampanye paslon 01,” ujar Puadi dalam detik.com, Rabu (30/1/2019).

Pada sampul edisi 1 tertulis ‘bantu Presiden Lawan Hoaks, Fitnah, dan Kebencian’.

Ada pula tulisan berjudul ‘Benarkah Rezim Jokowi Anti-Islam? Justru Jokowi Gandeng Ulama’.

Selain itu, judul tulisan ‘Jokowi Bela Kepentingan Asing dan Aseng? Justru Indonesia yang meninvasi Cina’ juga ada dalam Tabloid Pembawa Pesan.

Saat ini, tim dari Bawaslu Jaksel menelusuri redaksi pembuat tabloid Pembawa Pesan yang tertulis berada di kawasan Warung Buncit, Jaksel. 

“Redaksi sedang ditelusuri keberadaannya, siapa yang menyebar ini, diperintahkan kepada siapa. Walaupun memang tabloid ini tidak ada konten yang menjelek-jelekan pasangan calon,” sambung Puadi.

Berdasarkan aturan, peserta Pemilu harus mematuhi ketentuan dari metode kampanye termasuk kampanye lewat iklan di media massa yang sudah diatur jadwalnya.

Ada juga aturan PKPU 23 Tahun 2018 soal bahan kampanye yakni semua benda/bentuk lain yang memuat visi/misi program dan/atau informasi lainnya dari peserta Pemilu, simbol/tanda gambar peserta Pemilu yang dipasang untuk keperluan kampanye.

“Sepanjang tidak ada pemberitahuan maka ini kategori kampanye di luar jadwal,” sebut Puadi.

Penyebaran Tabloid Indonesia Barokah

Sebelum tabloid Pembawa Pesan ini muncul, Tabloid Indonesia Barokah lebih dahulu membuat heboh.

Bawaslu RI menyatakan bahwa tabloid Indonesia Barokah sudah terdistribusi hampir di seluruh provinsi Indonesia.

Penyebaran tabloid Indonesia Barokah meliputi Papua Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Yogyakarta menjadi wilayah dengan cakupan penyebaran Tabloid Indonesia Barokah paling luas.

“Penyebarannya kemarin hampir seluruh Indonesia. Dari Papua Barat, NTT, NTB, Bali, Sumsel, Kaltim, Sumut. Hampir seluruhnya ada, baik itu di Jogja, Jateng, hampir semua. Paling banyak di daerah Jogja. Tapi sudah terdistribusi dihampir seluruh provinsi,” kata Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar, di kawasan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Bawaslu pu melakukan kajian internal terkait konten Tabloid Indonesia Barokah, namun pihak Bawaslu menyatakan tabloid tersebut tidak termasuk dalam pelanggaran pidana pemilu. Bawaslu pun meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan investigasi lebih lanjut terkait persoalan itu.

Tinggalkan Komentar