Laksanakan PBL di Gowa, Stikes Pelamonia Imbau Mahasiswa Pro Aktif

Gowa, PANRITA.News – Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit Stikes Pelamonia Kesdam XIV/Hasanuddin melepas puluhan mahasiswanya untuk kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan 2 (PBL II).

Kegiatan yang diagendakan berlangsung dua pekan sejak tanggal 28 Januari hingga 9 Februari 2019 itu, diikuti puluhan Mahasiswa semester 5 sebagai salah satu mata kuliah wajib di kampus ini. Mahasiswa tersebut di tempatkan di dua Desa di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa yaitu Desa Bungaejaya dan Desa Julubori.

Adapun prosesi penerimaan mahasiswa PBL itu dilaksanakan di Kantor Camat Pallangga, Senin (28/1/2019) pagi. Kegiatan terpantau dihadiri oleh Sekcam Pallangga, Danramil Pallangga, Kepala Desa Bungaejayya, Perangkat kecamatan, Kaprodi ARS beserta para dosen pembimbing dari mahasiswa PBL tersebut.

Ketua Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit Stikes Pelamonia, Dr. Darmawati Junus, SKM.,M.Kes mengungkapkan, fokus permasalahan untuk PBL 2 tahun ini adalah Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Ibu dan Anak. Mata kuliah PBL ini diampu oleh Tim PBL dengan 8 dosen dari berbagai peminatan.

Sedangkan, tujuan dari PBL menurutnya adalah untuk membekali mahasiswa agar mempunyai kemampuan untuk problem solving cycle terutama masalah kesehatan yang berada di lapangan.

Mahasiswa Harus Pro Aktif

Lebih khusus, Darmawati menerangkan bahwa pada tahun ini, mahasiswa lebih ditekankan untuk pro aktif dalam bersosialisasi dengan masyarakat setempat.

“Seharusnya memang idealnya PBL dilaksanakan 3 kali di masyarakat. PBL 1 adalah untuk belajar mengenali masalah atau mengidentifikasi masalah” ungkapnya.

Selanjutnya menurut Darmawati, PBL 2 untuk belajar menyelesaikan masalah atau mengintervensi masalah dan PBL 3 untuk melaksanakan evaluasi.

“Untuk mencapai itu semua mahasiswa PBL harus lebih aktif dalam menjalin kerjasama dengan masyarakat dan pemerintah setempat,” tambahnya.

Suasana salah satu Posko mahasiswa PBL di Pallangga, Gowa, Senin (28/1/2019) malam.

Pada PBL ini juga menurut Darmawati, mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok, dimana masing-masing kelompok terdiri dari dua kelas.

Setiap kelompok menurutnya, akan mengenali masalah di masyarakat dan memrioritaskan masalah. Setelah itu mengidentifikasi penyebab masalah dan  memrioritaskan penyebabnya. Kemudian, mencari alternatif solusi untuk memecahkan masalah tersebut dan mengimplementasikan solusi tersebut.

Pada tahap akhir, lanjutnya, dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi solusi. Pada akhir pelaksanaan PBL, mahasiswa wajib menyusun laporan pertanggungjawaban dari PBL tersebut.

Bagi Darmawati, PBL ini merupakan mata kuliah praktik sehingga mahasiswa dapat belajar langsung dengan masyarakat dan stakeholder seperti puskesmas dan lain-lain.

“Dimana, nantinya mahasiswa pun ketika lulus akan membaur dengan masyarakat” ungkap Darmawati.

Selain itu, menurut Darmawati, PBL ini merupakan muara dari seluruh mata kuliah dan menjadi mata kuliah yang sangat penting bagi mahasiswa Adminsitrasi rumah sakit.

Sementara itu, Koordinator Pengelola PBL Stikes Pelamonia, Ricky Perdana Poetra, SKM,.M.Kes berharap kegiatan ini berdampak positif bagi mahasiswa maupun masyarakat setempat.

“Harapannya dengan adanya PBL ini adalah mahasiswa kami dapat memiliki kompetensi softskill dan hardskill untuk memecahkan masalah kesehatan serta dapat memberikan solusinya. Selain itu, mahasiswa juga dapat memberi manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat” ujarnya.

Tinggalkan Komentar