Begini Cara Pemuda Desa Kayuloe Timur Jeneponto Hadapi Ujian Banjir

Relawan pemuda kayuloe banjir jeneponto

Makassar, PANRITA.News – Setiap kelompok memiliki cara yang unik untuk melewati ujian, termasuk ujian banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jeneponto.

Kordinator Relawan Korban Banjir Kabupaten Jeneponto, Muh Bahrum Saputra mengaku, sejak bencana banjir yang meluluhlantakkan sebagian besar daerah di Kabupaten Jeneponto, dirinya bersama teman-teman relawan lainnya terus berupaya untuk mengumpulkan sejumlah bantuan untuk korban.

Hadirnya inisiatif pemuda dalam melakukan kerja kemanusian adalah langkah untuk membangun silaturrahmi, dan inilah yang dikerjakan pemuda desa Kayuloe Timur. 

“Pemuda harus terus berupaya memberikan perhatian kepada para korban bencana alam agar mereka merasa tersentuh dari kehadiran pemuda,” ungkapnya, melalui WhatsAppnya, Senin (28/1/2019).

Sejauh ini, kelompok relawan tersebut sudah memberikan bantuan ke beberapa titik bencana alam di antaranya kampung Balang Toa, Je’netallasa, Uma, Munte,ta’bassi, Bulu Loe, dan Parappa. 

“Kami akan terus berupaya mengumpulkan dana untuk membantu kelangsungan hidup para korban bencana alam. Kami juga membuka posko bantuan bencana alam yang terletak di Desa Kayuloe Timur, tepatnya di Mesjid Jami Babul Jannah, Ganrang b Batu, dan Alhamdulillah bantuan terus berdatangan dari hasil partisipasi masyarakat Kayuloe Timur,” katanya.

Dirinya berharap, semoga apa yang kami kerjakan bernilai ibadah dan murni atas dorongan kemanusian, berdiam diri dan menyesali sambil meratap itu bukan kami tapi bangkit dan berjuang demi kemanusiaan adalah langkah yang paling tepat pada kondisi seperti ini. 

“Jayalah pemuda dan pemudi Kayuloe Timur dalam melakukan penggalangan dana guna membantu saudara-saudara yang terkana musibah bencana alam di Kabupaten Jeneponto. Bencana alam yang terjadi bukanlah perkara yang biasa, ini adalah sebuah ujian yang harus kita terima dan patut kita syukuri,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar