Dosen dan Mahasiswa IIK Pelamonia Gelar Program Kemitraan Masyarakat

Dosen dan Mahasiswa IIK Pelamonia Gelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Kabupaten Gowa.

Dosen dan Mahasiswa IIK Pelamonia Gelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Kabupaten Gowa.

Gowa, PANRITA.News – Dosen dan mahasiswa Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Kesdam XIV/Hasanuddin (IIKP) menggelar program kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kabupaten Gowa.

Kegiatan ini sebagai upaya membantu pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan memanfaatkan tanaman Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.) untuk penanganan perdarahan pada luka.

Dosen dan mahasiswa Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Kesdam XIV/Hasanuddin (IIKP) menggelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) merupakan kolaborasi dari Prodi DIII Keperawatan dan DIII Farmasi.

PKM yang dilaksanakan berupa pelatihan dan penyuluhan tentang pemanfaatan tanaman Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.) pada Masyarakat RT 003 Dusun Koccikang Desa Timbuseng Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

PKM ini dilaksanakan mulai bulan April hingga Mei 2024 secara tatap muka dan berinteraksi langsung dengan warga.

Adapun dosen yang terlibat diantaranya Ketua Pelaksana/Prodi DIII Keperawatan Samsir, Anggota Pelaksana/DIII Farmasi Abd. Karim, Anggota Pelaksana/DIII Keperawatan Tut Handayani serta dua orang mahasiswa dari prodi DIII Keperawatan dan DIII Farmasi.

Ketua Tim PKM Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Kesdam XIV/Hasanuddin Samsir menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dosen dan mahasiswa IIK Pelamonia.

Fokus kegiatan ini mengenai pemberian pengetahuan dan keterampilan tentang cara pemanfaatan atau pengolahan tanaman Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.) dalam menangani perdarahan pada luka.

“Sumber dana pada kegiatan ini melalui program Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk mentransfer iptek dari institusi perguruan tinggi terhadap masyarakat,” kata Samsir, dalam keterangan resminya, Senin (13/05/2024).

Samsir menuturkan, tanaman Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.) sangat mudah didapatkan, mengingat tanamana ini mudah tumbuh dan terdapat di sekitar tempat tinggal masyarakat di desa Timbuseng, namun sebagian besar masyarakat belum tahu manfaat dari tanaman Patikan Kebo tersebut.

Hal ini yang yang mendasari tim pelaksana PKM untuk melakukan pemberdayaan masyarakat dengan memperkenalkan tanaman Patikan Kebo, manfaatnya serta bagaimana cara penggunaan atau pengolahannya sehingga dapat digunakan oleh masyarakat luas dalam menangani perdarahan pada luka.

Samsir mengungkapkan, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Masyarakat RT 003 Dusun Koccikang Desa Timbuseng agar dapat agar dapat memanfaatkan tanaman herbal untuk pengobatan atau penanganan perdarahan pada luka.

Masyarakat dinilai perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik dalam mengolah cara penggunaan Patikan Kebo.

“Untuk itu kami dari tim dosen dan mahasiwa Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Kesdam XIV/Hasanuddin berupaya membantu meningkatkan pengetahuan, serta keterampilan dan kemampuan masyarakat dalam mendampingi dan mengedukasi warga di RT 003 dalam pemanfaatan Patikan Kebo,” urainya.

Sementara itu, Dosen prodi DIII Farmasi Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Kesdam XIV/Hasanuddin, Abd. Karim, mengatakan, dalam kegiatan PKM ini dirinya memberikan penjelasan tentang apa-apa saja kandungan yang terdapat dalam Patikan Kebo sehingga dapat menangani perdarahan pada luka, selain itu Ia juga mendemonstrasikan cara pengolahan atau penggunaan patikan kebo untuk diaplikasikan pada luka yang berdarah.

Menurut Abd. Karim, kegiatan PKM ini sangat diperlukan Komunikasi Efektif yang efektif dengan memperhatikan latar belakang peserta yang hadir. Pelatihan teknik komunikasi diberikan agar para peserta PKM dapat mengetahui teknik komunikasi yang efektif agar pesan yang mereka sampaikan kepada para peserta dapat dengan mudah diterima dan dipahami.

“Jika pesan yang disampaikan oleh Tim pelaksana PKM diterima dan dipahami dengan baik oleh para peserta, maka program yang disampaikan oleh tim pelaksana kepada masyarakat akan diterima dengan baik, dan tujuan dari program yang dijalankan tercapai,” ungkap Dosen Farmasi IIK Pelamonia ini.

Dosen dan Mahasiswa IIK Pelamonia Gelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Kabupaten Gowa.
Dosen dan Mahasiswa IIK Pelamonia Gelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Kabupaten Gowa.

Dosen Keperawatan Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia, Tut Handayani menjelaskan, dalam PKM ini dirinya mendampingi masyarakat selama kegiatan berlangsung, mulai dari pemaparan materi sampai dengan pelaksanaan demonstrasi pengolahan Patikan Kebo. Pelatihan diberikan secara teori dan juga praktik atau demonstrasi yang dilakukan oleh tim pelaksana PKM.

“Para peserta dilatih bagaimana teknik mengolah patikan kebo, yaitu dengan cara mengambil getahnya kemudian dioles pada luka, boleh juga dihaluskan dalam bentuk bubuk dengan cara di blender yang terlebih dahulu dikeringkan,” ujarnya.

Menurut perempuan yang akrab disapa bu Tut ini, selain penggunaan Patikan Kebo yang herus juga diperhatikan adalah perawatan pada luka seperti kebersihan luka, menutup luka dengan kain bersih sehingga dapat terhindar dari infeksi atau resiko infeksi.

“Diharapkan dengan kegiatan pelatihan PKM ini masyarakat mampu memanfaatkan tanaman Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.) khususnya dalam menangani perdarahan pada kasus luka,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar