Taufiq Husaini: Pelantikan BADKO HMI Sulselbar Inkonstitusional!

Makassar, PANRITA.News – Ketua Umum demisoner Badan Koordinasi (BADKO) HMI Sulselbar, Taufiq Husaini menanggapi ketidakhadirannya dalam prosesi pelantikan pengurus baru yang dilaksanakan di Gedung Mulo, Makassar, Kamis (24/1/2019) malam.

Menurut Taufiq, pelantikan yang dilaksanakan oleh pihak Ketua Umum terpilih, Lanyalla Suwarno itu inkonstitusional atau cacat hukum. Pasalnya, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan oleh oknum yang telah diresuffle dari struktur Pengurus Besar HMI.

“Saudara Arya datang di Makassar mengaku sebagai PJS (Pelimpahan Jabatan Sementara) Ketua Umum PB HMI, sementara ia sendiri sudah diresuffle dari kepengurusan” ungkapnya.

Mantan Presiden Mahasiswa UIN Alauddin ini menambahkan bahwa mekanisme penetapan PJS dilakukan, jika ketua umum sedang berhalangan sementara, atau karena sedang tidak berada di tempat.

“Sampai hari ini, Ketua Umum PB HMI adalah saudara Respiratori Saddam Al Jihad, dan beliau ada di Jakarta, ini yang datang melantik mengaku ketua umum, ketua umum dari mana?” tambahnya.

Selain itu, Taufiq menegaskan bahwa Surat Keputusaan (SK) yang dijadikan acuan dalam prosesi pelantikan tersebut tidak sah. Sebab menurutnya, SK itu hanya ditandatangani oleh Rahim Key sebagai Ketua dan Arya Kharisma sebagai Sekretaris Jenderal.

“Dua orang yang bertandatangan dalam SK tersebut adalah oknum yang telah diresuffle dari kepengurusan PB HMI” pungkasnya.

“Perlu diketahui, dari sejak saudara Bombom (Lanyalla) ditetapkan sebagai formateur di forum MUSDA, hingga pembahasan di PB HMI, semua prosesnya dilakukan di bawah kendali saudara Saddam Al Jihad” jelas Taufiq.

Diketahui, Ketua Umum terpilih BADKO HMI Sulselbar La Nyalla Suwarno bersama puluhan orang lainnya dilantik dan diambil sumpahnya di Gedung Mulo, Makassar, Kamis (24/1/2019).

Prosesi pelantikan dan serah terima jabatan Pengurus BADKO HMI Sulselbar yang diklaim inkonstitusional di Gedung Mulo, Makassar, Kamis (24/2/2019).

SK dibacakan oleh Hasan Basri Baso, sementara pelantikan dan pengambilan sumpah oleh Arya Kharisma selaku PJS Ketum PB HMI, serta prosesi serah terima jabatan dilakukan oleh Sekretaris Umum demisioner BADKO HMI Sulselbar, Tri Febrianto.

“Ditetapkan di Jakarta, 8 Jumadil Awal 1440 Hijriah, 14 Januari 2019 Masehi, Pengurus Besar HMI, Rahim Key, Ketua, Arya Kharisma, Sekretaris Jenderal, masing-masing bertanda tangan sesuai jabatan” ujar Hasan Basri Baso saat membacakan SK.

Sementara itu, puluhan orang hadir memadati acara, tanpa kehadiran Ketua Umum PB HMI, Respiratori Saddam Al Jihad dan Ketua Umum BADKO HMI Sulselbar Demisioner, Taufiq Husaini.

Begitupun dengan beberapa pimpinan pengurus cabang seperti Ketua Umum HMI Cabang Makassar, dan Ketua Umum Cabang Gowa Raya juga terpantau tidak hadir. Adapun Ketua Umum HMI Cabang Makassar Timur memilih meninggalkan tempat sebelum acara selesai.

Tinggalkan Komentar