Serius Adakan Tes Baca Alquran, Ikatan Dai Aceh Sambangi KPU

Jakarta, PANRITA.News – Ikatan Dai Aceh serius menggelar tes baca Alquran bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden. Kali ini, mereka menyambangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk berkoordinasi soal tes baca Alquran tersebut. 

“Buat ngomongin masalah kemarin itu (tes baca Alquran),” kata Ketua Ikatan Dai Aceh, Tgk Marsyuddin Ishak, di KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2019). 

Ikatan Dai Aceh hadir sekitar pukul 10.10 WIB. Marsyuddin mengatakan akan bersilaturahmi dan berkoordinasi dengan KPU soal tes baca Alquran.

“Kita silaturahmi dulu. Koordinasi dengan KPU,” ujarnya.

Sebelumnya, KPU menanggapi soal Ikatan Dai Aceh (IDA) terkait wacana tes baca Alquran bagi pasangan capres-cawapres Pilpres 2019. Menurut KPU, hal tersebut tidak diatur dalam UU Pemilu ataupun PKPU, tapi KPU menyerahkannya kepada tiap pasangan calon.

“Sikap KPU kami mempersilakan kepada masing-masing paslon untuk merespons apakah akan mengikuti atau tidak mengikuti. KPU tidak bisa mengatur itu, kami kembalikan kepada pasangan calon masing-masing,” kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan, di KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (15/1). 

Diketahui, Ikatan Dai Aceh juga sudah menyambangi kantor TKN Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. TKN Jokowi mengatakan akan menjawab secara resmi undangan tersebut, tapi secara lisan menyatakan kesanggupan Jokowi dan Ma’ruf Amin untuk datang. 

Sedangkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno menyatakan hanya akan datang jika ada kewajiban dari KPU berkaitan dengan acara itu. Ikatan Dai Aceh juga sudah melakukan kunjungan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait tes baca Alquran.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengapresiasi ide tes baca Alquran bagi capres-cawapres yang dicetuskan Ikatan Dai Aceh (IDA). Mengingat Alquran merupakan pedoman dasar bagi umat Islam. 

“Kami dari Majelis Ulama Indonesia mengapresiasi ide tersebut. Saya kira ini kan menjadi pemimpin bangsa. Alquran itu kami orang Islam tentu menjadi satu hal yang esensial, mendasar,” ujar Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM) MUI, Lukmanul Hakim, setelah bertemu dengan IDA di kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019).

Tinggalkan Komentar