Dilarang Buat Panggung di Jalan oleh Pemkot, Tablig Akbar PA 212 di Solo Berlangsung Damai

Solo, PANRITA.News –┬áTablig akbar yang digelar Persaudaraan Alumni (PA) 212 tengah berlangsung di Jalan Slamet Riyadi kawasan Gladag, Solo, Minggu (13/1/2019) pagi berlangsung lancar dan damai.

Namun, panitia pelaksana mengaku sempat dihalang-halangi Satpol PP mendirikan panggung. Hal itu disampaikan Humas panitia tablig akbar, Endro Sudarsono.

Endro mengatakan peristiwa penghalangan terjadi kemarin malam saat panitia akan mendirikan panggung. Truk pembawa panggung dilarang menurunkan peralatannya.

“Justru di lokasi sudah ada truk-truk polisi dan TNI. Akhirnya kami tidak jadi memasang panggung,” kata Endro.

Sebagai ganti panggung, panitia kini menggunakan mobil komando sebagai tempat pembicara mengisi tausiyah. Sebagai latar belakang panggung, panitia memasang bendera kalimat tauhid berwarna hijau.

Sementara itu, Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Surakarta, Agus Siswo Riyanto, membenarkan peristiwa itu. Menurutnya, jalan umum dilarang digunakan untuk fungsi lain tanpa izin.

“Kita menegakkan Perda nomor 1 tahun 2013 tentang penggunaan jalan umum. Jalan ini bukan untuk ditutup atau didirikan panggung,” kata Agus ditemui di kawasan Gladag.

“Sementara mereka belum mengajukan izin. Tentu kita larang,” ujarnya.

Salah satu pembicara tablig akbar, M Taufiq, mengatakan panitia menyelenggarakan acara berdasarkan UU nomor 9 tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum.

Dalam undang-undang tersebut, kata dia, panitia hanya perlu mengirimkan pemberitahuan kepada kepolisian. Hal tersebut sudah dilakukan oleh panitia.

“Dasarnya kita UU nomor 9 tahun 1998. Peraturan kita itu ada urutannya. UU itu di atas Perda. Jadi salah kalau mereka mendasarkannya dengan perda,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat PA 212, Amien Rais yang hadir di lokasi sempat menyampaikan tanggapannya mengenai acara tablig akbar PA 212 Solo Raya. Menurutnya, acara tersebut tidak boleh diremehkan.

“Ini tidak boleh diremehkan. Insyallah saya melihat gelombang untuk berubah atau pergantian presiden sudah amat sangat unstoppable, enggak bisa disetop lagi,” kata Amien.

Dia juga mengingatkan kepada polisi agar tidak menggunakan cara yang keras kepada panitia maupun peserta tablig akbar.

“Lebih baik jangan menggunakan cara-cara yang keras, yang enggak demokratis. Saya lihat tanda-tanda dari langit. Dimana pun ini sudah dari bawah,” katanya.

Tinggalkan Komentar