JRM, Si Anak Penjual Sayur dari Toraja

Tana Toraja, PANRITA.News – Putra Toraja, John Rende Mangontan (JRM) meluncurkan Buku Biografi yang menandai perjalanan usianya yang memasuki “Setengah Abad”.

John-demikian ia biasa disapa, mempersembahkan sebuah buku perjalanan hidupnya dalam bentuk biografi di Mengkendek Tana Toraja, Senin (24/12/2018).

Buku berjudul “Merajut Asa Si Anak Penjual Sayur” yang ditulis Rusman Madjulekka dan Hasrul Hasan. Buku tersebut mengisahkan hidup John yang diwarnai perjuangan untuk keluar dari berbagai masalah kehidupan.

Sejak kecil, John sudah dituntut untuk mandiri membantu ekonomi keluarganya. Masa kecilnya diwarnai dengan perjuangan membantu sang ibu, bekerja sebagai tukang sayur keliling.

Dalam buku setebal 108 halaman itu, John juga mengungkapkan kisah masa lalu yang tidak banyak diketahui publik, John kecil nyatanya menempuh pendidikan sambil bekerja.

Berjualan es lilin, ojek payung, jualan koran, jaga toilet bandara, jaga bola tennis, jadi kuli kasar bangunan hingga pengumpul batu telah dilakoninya dengan sabar dan pantang menyerah.

Bahkan saat merantau ke Papua, JRM sudah membuktikan bahwa keberhasilan dan kesuksesan seseorang tidak diraih dengan instan, tapi melalui proses dengan kerja keras.

“Paling tidak, dalam buku ini pembaca bisa mendapatkan kisah inspiratif dari seorang putra Toraja bernama John ini bisa dipetik hikmah bahwa tekad yang kuat, kerja keras dan kejujuran menjadi modal untuk meraih impian kita,” ujar Rusman Madjulekka, editor naskah buku JRM tersebut.

Mengawali karir sebagai pengusaha, pria kelahiran 17 November 1968 ini, kerap menjadi ‘buah bibir’ di kalangan masyarakat setiap kali pulang kampung.

“Iya…tapi saya masih jauh dari kata sukses. Apalagi saya dibesarkan dari keluarga dengan ibu seorang penjual sayur,” ujar Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Papua ini.

Bagi suami Tikurara Bumbungan dan ayah dua anak ini, sudah saatnya, dirinya memberikan pengabdian bagi pembangunan kampung halamannya.

John berkomitmen membawa Toraja menjadi daerah yang maju dan berkembang dengan tetap menjaga kearifan lokal.

Dengan alasan itu, JRM pun memasuki kancah politik sebagai jalan pengabdian guna mewujudkan perubahan dan mendorong kesejahteraan bagi rakyat Toraja.

Saat ini, ia menjadi calon legislatif (caleg) Partai Golkar, daerah pemilihan (Dapil) Tana Toraja dan Toraja Utara untuk DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Masuknya JRM dalam kancah politik Toraja memberikan warna baru dimata kalangan masyarakat Toraja. Bahkan, ada yang menilai JRM sebagai New Rising Star dalam kancah politik lokal di “Bumi Lakipadada”.

“Ah..terlalu berlebihan label tersebut, saya ini hanya rakyat biasa yang hanya mau bekerja dan melayani rakyat Toraja,” jawab John yang berasal dari Mengkendek, tak jauh dari kawasan Bukit Kandora ini.

Comment