Makassar, PANRITA.News – Calon legislatif (Caleg) DPR RI Dapil 2 Sulsel, dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) nomor urut 4, Andi Yuslim Patawari (AYP) mengunjungi kediaman Caleg DPRD Provinsi Sulsel Dapil 5 Sulsel dari Partai Amanat Nasional (PAN) nomor urut 5, Dedy Ardiansyah.
Keduanya melakukan aktivitas rutin di akhir pekan, “Ngopi dan Diskusi Pagi”, begitulah mereka menyebut kegiatan yang dilangsungkan di kediaman Dedy Ardiyansah di Puri Istambul, Pao-pao, Gowa, Sabtu, (1/12/2018).
Pada kesempatan itu, kedua Caleg yang berbeda partai ini terlihat akrab dengan suasana yang cair. Keduanya menyeduh kopi sembari berdiskusi yang diselingi canda tawa.
Walau berbeda partai, keduanya mengaku silaturahmi menjadi hal yang paling penting tanpa harus dibatasi dengan pilihan politik.
“Kami berdua sudah berteman sejak lama, dan silaturahmi ini kami terus jaga hingga saat ini” ungkap AYP.
“Kami berdua tetangga yang rutin diskusi dengan suasana santai seperti ini. Bagi saya, Silaturahmi itu tanpa batas” sela Dedy.
Lebih lanjut, Dedy mengatakan, bahwa dirinya bersama AYP memiliki visi yang sama dalam mengawal kepentingan masyarakat, khususnya di daerah Kabupaten Sinjai dan Bulukumba.
“Walau kami beda partai, kepentingan rakyat yang utama. Selama ini kami senantiasa sharing informasi dan ide tentang pengembangan potensi daerah” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dedy yang juga seorang notaris PPAT Kota Makassar ini membeberkan motivasinya menjadi calon wakil rakyat.
“Jalan kebaikan pada diri seorang manusia itu sebanyak masuk keluarnya napas. Ada semacam kegelisahan bahwa di sisa usia seharusnya kita berbuat untuk orang banyak dan menjadi wakil rakyat adalah salah satu jalan merealisasikan kebaikan itu” jelasnya.
Dedy berharap penyelenggaraaan Pemilu di Sulsel pada 2019 mendatang bisa berjalan dengan aman dan nyaman. Baginya, Perbedaan pilihan tidak boleh menjadikan silaturahmi warga masyarakat menjadi renggang. Pasalnya, tidak jarang terjadi masyarakat cekcok akibat pilihan politik.
“Prinsip kami, beda partai jangan sampai memarginalisasi Silaturrahim, politik itu berkhidmat untuk kemanusiaan dan kemaslahatan” pungkas Dedy.
Selain tiu, Dedy menekankan adanya perubahan dalam tradisi dan cara berpolitik, khususnya di Sulsel. Dia mengajak seluruh kontestan yang bertarung dalam Pemilu 2019 untuk menjadikan pertarungan tersebut sebagai ajang untuk saling kenal-mengenal, bukan bercerai berai.
“Kita butuh terobosan untuk mengikis kekakuan dalam tradisi berpolitik kita, toh pembicaraan kita juga seputar gagasan dan ide kemaslahatan orang banyak, Diskusi caleg beda partai apa salahnya?” tukas Dedy usai menyeduh kopi pagi-nya.

Comment