Begitu Penting Kampanyekan Hari AIDS Sedunia, 1 Desember

Hari Aids Sedunia, 1 Desember 2018

Hari Aids Sedunia, 1 Desember 2018

PANRITA.News – Setiap Tanggal 1 Desember di peringati Hari AIDS Sedunia.

HIV/AIDS menjadi salah satu tantangan dunia medis yang masih sulit dihadapi. Penyakit ini masih menjadi tantangan, terutama bagi negara yang dikategorikan berpenghasilan rendah.

Kesadaran akan informasi mengenai penyakit AIDS yang disebabkan virus HIV kurang begitu dipahami secara mendalam oleh banyak orang. Karena itu, perlunya pemahaman yang mendalam akan dampak dari penyakit itu.

Salah satu upaya untuk meningkatkan kewaspadaan akan HIV/AIDS adalah dengan menjadikan 1 Desember sebagai Hari AIDS Sedunia.

Dilansir dari Independent, Hari AIDS Sedunia kali pertama diperkenalkan media saat Pemilihan Presiden AS 1988 dan menjelang Hari Raya Natal saat itu.

Seorang pegawai humas di Badan Kesehatan Dunia (WHO) bernama James Bunn memberikan kampanye-kampanye mengenai HIV/AIDS. Bunn aktif melakukan kampanye pencegahan HIV/AIDS bersama rekannya di WHO, Thomas Netter.

Keduanya kemudian mengajukan rancangan Hari AIDS Sedunia kepada bosnya, yaitu Direktur Program Global terkait AIDS di WHO, Jonathan Mann.

WHO kemudian memutuskan pada 1 Desember sebagai Hari AIDS Sedunia, dimulai sejak 1988.

Hari AIDS Sedunia pertama berfokus pada tema anak-anak dan remaja. Ini dimaksudkan untuk membawa kesadaran yang lebih besar tentang dampak AIDS pada keluarga, bukan hanya kelompok-kelompok tertentu.

Saat itu, memang ada stereotipe bahwa penderita AIDS biasanya identik dengan gay, biseksual, atau pengguna narkoba terutama yang disuntik. Padahal, AIDS dapat dijangkit siapa pun, dan penularannya pun tak hanya melalui hubungan seksual atau penggunaan narkoba.

Mulai 1996, Hari AIDS Sedunia dikampanyekan oleh UNAIDS, sebagai organisasi dunia di bawah PBB yang fokus terhadap HIV/AIDS. Tujuannya adalah untuk memperluas cakupan sosialisasi dan kampaye pencegahan penyakit sepanjang tahun.

Misi utama UNAIDS adalah untuk memperkuat dan mendukung respons yang meluas terhadap HIV dan AIDS yang termasuk mencegah transmisi HIV, menyediakan fasilitas dan dukungan untuk orang yang sudah terlanjur hidup dengan virus, mengurangi kerentanan seseorang dan komunitas terhadap HIV, serta mengurangi dampaknya.

Pada 2004, Kampanye AIDS Dunia didaftarkan sebagai organisasi nirlaba independen yang berbasis di Belanda.

Tahun ini, Hari AIDS Sedunia menandai peringatan ke-30 dengan tema “Know Your Status”. Adapun, tema ini bermaksud memberikan pemahaman, apakah kita termasuk orang yang memiliki status berisiko terkena penyakit ini.

Baca juga: UNAIDS Akan Gandeng Pemuka Agama Tingkatkan Kesadaran Masyarakat akan HIV/AIDS

Dilansir dari worldaidsday.org, secara global, diperkirakan lebih dari 36,7 juta orang yang memiliki virus HIV. Meskipun virus hanya teridentifikasi sejak 1984, namun sudah lebih dari 35 juta orang meninggal akibat terjangkit HIV atau AIDS

Data statistik ini membuat AIDS menjadi salah satu penyakit mematikan dalam sejarah.

Saat ini, kemajuan ilmiah telah menghasilkan jalan mengenai pengobatan untuk HIV. Ada juga undang-undang yang mengatur untuk melindungi orang yang hidup dengan HIV/AIDS.

Hari AIDS Sedunia begitu penting karena mengingatkan publik dan pemerintah bahwa virus itu belum hilang. Selain itu, ini diperlukan untuk menyatukan orang-orang dalam perang melawan HIV/AIDS.

Selain itu, Hari AIDS Sedunia juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan solidaritas dengan jutaan orang yang hidup dengan HIV/AIDS di seluruh dunia. Kebanyakan orang melakukan ini dengan mengenakan pita merah kesadaran HIV/AIDS pada hari itu.

 

Sumber: kompas |

Leave a Reply