Tutup Ruang Mafia Pangan, Mentan Blacklist 21 Importir

Bandung, PANRITA.News – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memasukkan daftar hitam (blacklist) 21 perusahaan yang diduga mafia pangan. Langkah tegas tersebut dilakukan untuk menutup ruang bagi perusahaan-perusahaan nakal.

“4 tahun terakhir kita sudah blacklist 15 importir dan nanti ada 21 importir juga mau (di-blacklist),” kata Amran dalam pemaparannya di Pussenif, Jalan Supratman, Kota Bandung, Selasa (27/11/2018).

Selain itu, Amran mengungkapkan, sepanjang empat tahun kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kalla, pihaknya sudah memperkarakan 782 kasus mafia pangan. Dari jumlah tersebut, 409 orang menjadi tersangka.

“Hasil penindakan satgas Polri 66 kasus beras, 27 kasus ternak, 21 kasus hortikultura, 12 kasus pupuk, 247 kasus lainnya,” jelasnya.

Dia mengaku tidak akan memberikan ruang untuk mafia pangan di Indonesia. Pihaknya bekerjasama dengan Polri dan TNI mengawasi distribusi dan kualitas pangan di tanah air.

Namun, Amran tidak merinci komoditas pangan yang menjadi ladang permainan 21 mafia pangan tersebut. Pihaknya akan terus mengawasi seluruh komoditas pangan yang ada.

“Seluruh komoditas harus dijaga. 460 komoditas harus dijaga. Kami enggak ada kompromi. Hasilnya sekarang jelas inflasi turun drastis, harga stabil,” imbuhnya.

Tinggalkan Komentar