Terdeteksi 7,5 Mil dari Tanjung Pakis, Bodi Lion Air PK-LQP Dilaporkan Rapuh

Karawang, PANRITA.News – Bodi pesawat Lion Air penerbangan JT 610  yang jatuh di perairan Karawang sudah terdeteksi posisinya. Kondisi bodi PK-LQP ini dilaporkan sudah rapuh.

Hal ini diungkapkan oleh Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono kepada wartawan di Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. Menurutnya, badan pesawat kemungkinan pesawat tidak bisa diangkat secara utuh.

“Ini badan pesawatnya belum diangkat, tapi masih dikoordinasikan antarpenyelam karena katanya kondisinya sudah rapuh. Kalau diangkat, mungkin sudah tidak bisa utuh lagi sehingga sekarang ini masih dirapatkan di sana,” katanya dalam laman detik.com, Sabtu (3/11/2018).

Yudo menerangkan bahwa bodi Lion Air tercecer di dasar laut. Saat ini, menurutnya, tim penyelam sedang melakukan koordinasi untuk pengangkatan.

“Ini masih berupa semacam ini barang-barang yang sudah hancur. Sudah tercecer. Tapi posisinya sudah dideteksi, baik dari deteksinya kapal ini maupun secara riil oleh para penyelam, memang ngumpul di situ,” sebut Yudo.

Bodi Lion Air PK-LQP tersebut terdeteksi dalam radius 50 meter. Spot bodi terletak 7,5 mil dari Tanjung Pakis.

“Radiusnya kurang-lebih 50 meter. Jadi ketinggian di atas, di bawah air tersebut ada yang satu meter, dua meter. Kemudian ada yang cuma setengah meter dalam radius itu,” tambah Yudo.

Sebelumnya, tim SAR menemukan mesin dan bodi pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610. Dua turbin dan roda ditemukan hari ini dan kemarin.

“Jadi sampai siang ini, walaupun saya belum dapat gambarnya, sudah ada temuan-temuan besar. Turbin sudah dua ditemukan. Artinya, dua engine sudah ditemukan. Kemudian kemarin roda yang lain juga sudah terlihat,” ujar Kabasarnas Marsdya M Syaugi di Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, hari ini.

Tinggalkan Komentar