HMI Tarbiyah Mempertegas Arah Gerakan Mahasiswa Melalui Pelatihan Advokasi

HMI Komisariat Tarbiyah Gelar Pelatihan Advokasi dan Manajemen Aksi

HMI Komisariat Tarbiyah Gelar Pelatihan Advokasi dan Manajemen Aksi

Makassar, PANRITA.News – Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah dan Keguruan, Cabang Gowa Raya menggelar Pelatihan Advokasi dan Manajemen Aksi di Aula KNPI Sulsel, Jl. Baji Areng, Makassar.

Kegiatan yang mengusung tema “Mission HMI Sebagai Jalan Mempertegas Gerak Mahasiswa” ini berlangsung mulai sejak jum’at (2/11/2018) malam hingga tiga hari kedepan.

Pelatihan kali ini diikuti oleh peserta yang merupakan kader HMI Tarbiyah dan Keguruan dan pengurus lembaga intra fakultas tabiyah dan keguruan.

Ketua Bidang PTKP, Ahlun Ansar menyampaikan bahwa salah satu tujuan diadakannya kegiatan ini adalah berangkat dari pembacaannya terhadap situasi dan kondisi mahasiswa dan pemuda yang semakin menurun arah perjuangan dan pola pikirnya.

“Berangkat dari pembacaan kondisi dilingkup mahasiswa yang nyaris kehilangan arah gerakannya, disamping itu juga terjadi kekaburan identitasnya maka itu menjadi tujuan diadakanya pelatihan advokasi yang diharapkan peserta nantinya dapat terlahir paradigma atau pola pikir yang kritis” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

lebih lanjt ia menitipkan harapan kepada peserta bahwa setelah mereka mengikuti pelatihan ini diharapkan tumbuh jiwa-jiwa yang militan dalam berjuang membangun bangsa yang berkeadilan.

“Kehadiran kegiatan ini diharapkan menampilkan nantinya kader- kader yang memiliki jiwa perjuangan yang bertanggungjawab dalam membangun bangsa yg berkeadilan”, tambah Ahlun sapaan akrabnya.

Sementara itu salah seorang peserta pelatihan advokasi, Muhammad Alfin Multazam menyampaikan alasan dia ikut kegiatan ini adalah untuk mengetahui lebih dalam tentang advokasi dan begitu penting untuk diketahui.

“Saya mengikuti pelatihan advokasi dan manajemen aksi ini dikarenakan saya menganggap bahwa advokasi itu sangat penting karena disitu mengajarkan bahwa dalam menghadapi masalah yang terjadi di kehidupan sosial tidak harus dengan radikal atau dengan tindakan yang tidak mencerminkan fitrah manusia itu sendiri,” imbuhnya.

Tinggalkan Komentar