Jelang Pencoblosan, Lintas Pemuda Makin Massif Serukan Tolak Cagub Pembohong

Bulukumba, PANRITA.News – Jelang pencoblosan Pilgub Sulsel 27 Juni mendatang, Lintas pemuda dan mahasiswa yang menyerukan tolak calon gubernur pembohong makin bertambah.

Menurutnya, kepemimpinan di Sulsel harus jatuh ke pemimpin yang punya komitmen tinggi. Bukan yang piawai berbohong, atau dengan mudah mengingkari janjinya.

Sebab, jika pemimpin terbiasa membohongi rakyat dan pandai bersilat lidah diberikan amanah, maka Sulsel yang saat ini sudah mengalami kemajuan, bisa saja mundur.

Hal tersebut dilontarkan tokoh pemuda Bontotiro – Bulukumba, Andi Arfendy Pranata. Ditegaskannya, peran pemuda dan mahasiswa untuk ikut menyuarakan kepada masyarakat, agar momentum Pilgub Sulsel memilih pemimpin yang tak piawai menebar janji, tapi tak mampu dijalankan. Atau sekadar pencitraan semata.

Arfendy mengaku, bersama sejumlah pemuda lain, mereka secara tegas menolak cagub pembohong.

“Komitmen kami bersama tokoh muda dengan tegas menolak cagub pembohong,” tandasnya sambil mengenakan kaos bertuliskan #2018 Tolak Cagub Bohong di Sulsel, bersama sejumlah pemuda lainnya.

Lebih jauh, Arfendy mengaku memberi dukungan ke IYL-Cakka. Alasannya, figur ini, selain tak pernah korupsi, juga satu kata, satu perbuatan.

“Sulsel butuh pemimpin yang perkataannya bisa dipegang. Dan kami melihat itu dimiliki IYL-Cakka. Tak piawai berbohong,” tambahnya.

senada yang di sampaikan Arfendy, Ahmad karyadi yang juga salah satu aktivis Mahasiswa menegaskan bahwa sulsel butuh pemimpin amanah, religius, dan yang pasti jauh dari kata korupsi.

Sebelumnya, sejumlah komunitas pemuda di kabupaten/kota juga menyerukan cagub pembohong. Selain mengabadikan gambar, juga memberikan pernyataan dalam bentuk video.(*)

Editor: Ahmad

Comment