Penjelasan Mengapa Bulan Tampak Merah saat Puncak Gerhana

Makassar, PANRITA.News – Malam ini, hampir seluruh wilayah di Tanah Air menyaksikan gerhana bulan total. Saat puncak gerhana yang baru saja terjadi, bulan tampak merah.

Menarik dicermati, mengapa bulan menjadi merah, dan tidak hanya gelap menjadi hitam saat masuk ke dalam bayangan?

Terhadap pertanyaan ini, NASA pernah menjelaskan, bulan menjadi terlihat merah karena atmosfer bumi meluas melampaui planet ini, dan sinar matahari melewatinya, terus sampai ke bulan.

Seorang pejabat NASA menjelaskan, selama gerhana bulan total, sinar matahari putih yang menghantam atmosfer di sisi bumi akan terserap dan kemudian terpancar keluar (berserakan). Cahaya berwarna biru paling banyak terpengaruh.

“Artinya, atmosfer menyaring sebagian besar cahaya berwarna biru. Apa yang tersisa adalah cahaya oranye berwarna merah.”

Cahaya menembus atmosfer bumi kemudian jatuh ke bulan. NASA mencatat bahwa lampu merah yang terlihat saat terjadi gerhana bulan jauh lebih redup daripada cahaya bulan yang khas. Itu terjadi karena warna merah dipantulkan kembali ke bumi, dan ini jauh lebih redup daripada cahaya putih yang biasanya bersinar di permukaan bulan.

Bulan berubah nuansa berbeda merah, oranye atau emas dalam setiap gerhana. Itu karena naungan cahaya yang mencapai bulan tergantung pada apa yang ada di atmosfer bumi, seperti jumlah air dan partikel, serta suhu dan kelembaban atmosfer, tulis NASA.

Letusan gunung berapi baru-baru ini juga bisa mengirim lebih banyak partikulat ke atmosfer, membuat bulan semakin gelap saat terjadi gerhana. (Space.com/X-12)

Tinggalkan Komentar