Jakarta, PANRITA.News —Hujan lebat yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Senin (3/8) siang memicu banjir bandang di sejumlah titik dan menghanyutkan beberapa kendaraan warga.
Penanganan darurat dan proses evakuasi terus dikebut oleh petugas gabungan hingga Senin malam karena genangan air di beberapa wilayah dilaporkan belum juga surut.
Bencana hidrometeorologi ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah Padang selama enam jam berturut-turut, mulai pukul 11.00 hingga 17.00 WIB.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat tiga kecamatan terdampak parah, yaitu Kuranji, Koto Tangah, dan Bungus Teluk Kabung.
Di Kecamatan Kuranji, banjir merendam Kelurahan Lapau Munggu, Komplek Wahana, Kampuang Tanjung, Pasar Lalang, dan Gunung Sarik.
Sementara di Koto Tangah, air menggenangi Kelurahan Aia Pacah, kawasan belakang RSUD, serta Perumahan Green Mandiri.
Wilayah Bungus Teluk Kabung juga terdampak luas meliputi lima kelurahan, yakni Bungus Selatan, Bungus Barat, Teluk Kabung Utara, Bungus Timur, dan Teluk Kabung Tengah.
Merespons situasi kritis ini, BPBD Kota Padang bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk mengevakuasi warga yang terjebak ke tempat aman menggunakan perahu polietilen.
Menyikapi kondisi cuaca yang belum menentu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, langsung mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan penuh.
“Mohon bantu bagikan informasi BMKG ini. Beberapa hari ke depan, cuaca di Sumatera Barat masih berpotensi kurang baik. Curah hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih akan terjadi di sejumlah wilayah,” kata Vasco
Ia juga meminta warga untuk membatasi pergerakan di area-area yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap bencana alam.
“Mohon tingkatkan kewaspadaan, kurangi aktivitas di daerah rawan banjir dan longsor, serta ikuti informasi resmi dari BMKG Sumatera Barat. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT, hujan segera reda, dan tidak ada satu pun korban jiwa. Aamiin,” tutur Wakil Gubernur.
Secara terpisah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta pemerintah daerah dan warga setempat untuk tetap siaga menghadapi potensi hujan sedang hingga lebat susulan.
BNPB mengingatkan masyarakat di zona merah untuk selalu memantau info resmi dan langsung mematuhi instruksi petugas di lapangan apabila evakuasi mendesak harus dilakukan.
Hingga saat ini, BPBD Kota Padang masih terus melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan instansi lintas sektor, serta mendata total korban jiwa maupun kerugian materiil akibat banjir tersebut.

Comment