Jakarta, PANRITA.News — Isu pengadaan kipas angin senilai Rp1,8 triliun untuk Koperasi Desa Merah Putih menjadi sorotan publik.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengaku tidak mengetahui pengadaan tersebut, namun menyebut adanya kipas industri Imatsu MDF yang dijual sekitar Rp11 juta per unit.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Komisi VI DPR.
Pada rapat tersebut, Ferry mengaku tidak mengetahui secara rinci mengenai rencana pengadaan yang ramai diperbincangkan.
“Soal kipas angin ini saya enggak tahu. Ini kalau pengadaannya bukan kami, Pak. Tapi rasanya angka yang ada itu kalau bentuk kipas anginnya yang model Imatsu MDF itu harganya di Shopee ini Rp11.465.000. Tapi itu saya enggak tahu persis,” kata Ferri dikutip Jumat (17/7/2026).
Pernyataan tersebut memicu perhatian terhadap jenis kipas yang dimaksud. Berdasarkan penelusuran, produk yang disebut Ferry mengarah pada seri Imatsu MDF, yakni kipas angin industri yang diproduksi PT Industrial Multi Fan, perusahaan yang berdiri sejak 1988 dan berbasis di Jakarta Barat.
Berbeda dengan kipas rumah tangga yang umumnya dijual ratusan ribu rupiah, Imatsu MDF merupakan mobile drum fan yang dirancang untuk kebutuhan sirkulasi udara di area industri dan ruang berkapasitas besar.
Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mengapresiasi capaian Kementerian Koperasi sepanjang 2025. Namun, ia menilai keberhasilan program tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat dan koperasi.
“Kami tentu mengapresiasi capaian apa pun yang bapak sampaikan. Sebetulnya ini adalah bentuk kecintaan kami terhadap perkoperasian di Indonesia,” katanya.
“Kami juga mendukung program-program Bapak Presiden Prabowo yang memang sangat konsen terhadap perkembangan koperasi,” ujar Darmadi dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Koperasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (15/7/2026).
Ia menyoroti sejumlah capaian, seperti pelatihan bagi 143 ribu pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), 26 ribu pengguna aktif Learning Management System (LMS) Talenta Koperasi, dan 247 ribu peserta program pemasyarakatan koperasi.
Menurutnya, berbagai capaian tersebut harus disertai indikator yang menunjukkan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi koperasi.
“Output-nya terlihat sangat besar. Tapi kami ingin tahu outcome-nya seperti apa. Apa hasil dari begitu banyak pelatihan sehingga anggaran bertambah Rp744 miliar menjadi Rp1,2 triliun? Dampak ekonominya apa? Sampai sekarang kami belum melihat itu,” tegasnya.
Selain itu, Darmadi meminta Kementerian Koperasi segera menyusun model bisnis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang berkelanjutan.
Pemerintah kata dia, perlu menjelaskan secara rinci sumber pendapatan (revenue stream) serta strategi keberlanjutan koperasi agar tidak bergantung pada bantuan negara.

Comment