Gudang Amunisi TNI AD di Madiun Meledak: Tujuh Personel Jadi Korban, Satu Tewas

Ilustrasi. (Shutterstock)

Ilustrasi. (Shutterstock)

Surabaya, PANRITA.News — Ledakan terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) TNI AD di Jalan Raya Madiun-Surabaya, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Kamis siang, 16 Juli 2026.

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu personel TNI AD gugur, empat prajurit mengalami luka berat, dan dua orang lainnya menderita luka ringan saat melaksanakan pemeliharaan materiil amunisi.

Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono mengonfirmasi bahwa insiden maut ini terjadi ketika para personel sedang melakukan pemeriksaan rutin di dalam gudang penyimpanan.

Peristiwa bermula sekitar pukul 09.00 WIB ketika personel TNI AD sedang menjalankan kegiatan pemeriksaan dan perawatan amunisi sebagai bagian dari prosedur rutin di salah satu gudang penyimpanan.

Aktivitas yang seharusnya menjadi bagian dari pemeliharaan berkala mendadak berubah menjadi insiden yang menimbulkan korban jiwa.

Sesaat setelah ledakan terjadi, kendaraan militer dan ambulans segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Sementara itu, aparat TNI langsung mengamankan area guna memastikan situasi tetap terkendali dan mencegah risiko lanjutan.

“Satu orang personel meninggal dunia, empat mengalami luka berat dan dua luka ringan,” katanya.

“TNI Angkatan Darat turut berduka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan kerja yang terjadi di Gupusmu II Puspalad. Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga prajurit yang gugur dalam tugas serta mendoakan seluruh korban yang saat ini masih menjalani perawatan agar segera diberikan kesembuhan dan dapat pulih kembali seperti sediakala,” ujar Donny.

TNI AD langsung bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama pihak rumah sakit untuk memberikan penanganan medis serta pendampingan penuh kepada keluarga korban.

Selain penanganan korban, Markas Besar Angkatan Darat (Mabes AD) juga telah menerjunkan tim khusus untuk mengusut tuntas penyebab ledakan.

“Proses ini dilakukan secara profesional, objektif, dan menyeluruh agar setiap fakta yang diperoleh nantinya dapat dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.

“Kami juga mengajak seluruh pihak untuk memberikan ruang kepada tim investigasi agar dapat bekerja secara optimal serta menghindari spekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai,” tegas Donny.

Donny memastikan bahwa seluruh prosedur pemeliharaan yang dilakukan oleh para prajurit sebelum ledakan terjadi telah berjalan sesuai dengan instruksi yang berlaku.

Hingga saat ini, area di sekitar lokasi kejadian telah disterilkan secara total guna menjaga keamanan proses olah tempat kejadian perkara.

Donny menambahkan bahwa tim penyelidik akan bekerja tanpa batasan waktu yang kaku demi mendapatkan hasil yang akurat.

Pihak TNI AD berjanji akan bersikap terbuka mengenai hasil temuan dari tim investigasi ini di kemudian hari.

Comment