Lumajang, PANRITA.News — Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan dengan mengalami empat kali letusan beruntun dalam kurun waktu tiga jam pada Selasa (14/7/2026) pagi.
Rangkaian letusan pertama dilaporkan terjadi pada pukul 05.39 WIB dengan tinggi kolom abu membubung hingga 1.300 meter di atas puncak, atau sekitar 4.976 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu tersebut teramati berwarna putih hingga abu-abu dengan intensitas sedang yang bergerak mengarah ke utara.
Letusan kedua kemudian tercatat pada pukul 06.29 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 800 meter.
Selang beberapa menit, letusan ketiga kembali mengguncang pada pukul 06.51 WIB dengan ketinggian kolom abu mencapai 1.200 meter. Rangkaian erupsi pagi ini ditutup oleh letusan keempat pada pukul 07.55 WIB dengan kolom abu setinggi 1.000 meter.
Seluruh manifestasi letusan tersebut terekam pada instrumen seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi rata-rata 100 detik.
Hingga Selasa pukul 09.20 WIB, tingkat aktivitas Gunung Semeru masih bertahan di Status Siaga atau Level III.
Berdasarkan laporan berkala dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk periode pengamatan dini hari pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, gunung api aktif ini juga mengalami serangkaian aktivitas seismik yang intensif.
Tercatat ada 16 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 13–22 mm berdurasi 64–143 detik, 3 kali gempa Guguran dengan amplitudo 1–4 mm berdurasi 54–66 detik, serta 2 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3–7 mm berdurasi 32–40 detik.
Rentetan aktivitas ini menggenapkan total catatan letusan Gunung Semeru menjadi sebanyak 1.486 kali sepanjang tahun 2026 berjalan.
Merespons bahaya sekunder yang mengancam, petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, Liswanto, mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk mengosongkan sektor tenggara di sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak gunung.
Warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar dingin yang jangkauannya dapat mencapai 17 kilometer dari puncak gunung.
“Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” pesannya.
Pihak berwenang menekankan agar tidak ada aktivitas apa pun dalam radius steril 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru demi menghindari risiko lontaran batu pijar.
Selain itu, masyarakat diminta tetap tenang namun waspada terhadap potensi material guguran lava, awan panas, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak, meliputi kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, hingga daerah anak sungai di sekitarnya.

Comment