Barru, PANRITA.News – Dihadapan Bupati Kabupaten Barru Suardi Saleh, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah menyampaikan prediksi cuaca khusus kabupaten Barru akan berlangsung ekstrim hingga Januari 2018.
Hal itu diungkapkan langsung Gubernur Nurdin Abdullah dalam sambutannya di posko tanggap darurat banjir yang terjadi sejak, Jumat (27/12/2018) kemarin.
Pada kesempatan tersebut, Nurdin Abdullah memberikan sejumlah bantuan secara simbolis kepada Bupati Kabupaten Barru Suardi Saleh.
“Tentu saya atas nama pemerintah provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan, belasungkawa dan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah, 2 keluarga kita dan ini akibat cuaca ekstrem,” kata Nurdin Abdullah.
Ia menjelaskan, jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel turut prihatin dengan kejadian yang luar biasa terjadi di Kabupaten Barru ini.
“Saya kira Barru ini memang hampir setiap tahun ya Pak Bupati, tetapi tahun ini yang cukup ekstrem Kejadian ini dan saya dengan pak Faiz (Balai Pompengan) akan sama-sama kita coba melihat, mudah-mudahan tahun depan kejadian ini bisa kita hindari Pak, tentu harus kita buat kajian” jelasnya.
“Kedua tentu kita ingin awal dari musim hujan, kita akan menghadapi cuaca ekstrem ini sampai dengan Januari, oleh karena itu, mari kita sama-sama lebih waspada memberikan perhatian kepada seluruh masyarakat baik yang ada di pesisir maupun yang ada di desa-desa, terutama yang menghuni daerah rawan longsor,” sambungnya.
Lebih jauh, Gubernur Sulsel ini juga menerangkan, jika masih ada waktu menyelamatkan diri dari semua bencana alam, maka lebih baik dihindari terlebih dahulu. Namun lanjutnya, berbeda dengan longsor, semua orang tidak bisa berbuat apa-apa ketika hal itu terjadi.
Apalagi menurutnya, pihaknya sudah mendengarkan beberapa peristiwa atau kejadian di lapangan. Olehnya itu, Pemprov Sulsel bersama Bupati Barru akan menyelesaikan masalah ini.
Baginya, untuk tahap pihak Pemprov Sulsel punya dana tanggap darurat yang bisa digunakan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah. Selanjutnya, pemprov mengaku akan melakukan perbaikan infrastruktur.
“Insyaallah kita akan kita akan lakukan bersama-sama, ya mungkin ada beberapa hal itu adalah tanggung jawab Balai-balai pompengan maupun jalan nasional. Jadi, supaya cepat langkah-langkah mungkin pak Faiz nanti kita sebentar ke lapangan, nanti mungkin pada beberapa program-program strategis yang tentu harus kita sama-sama lakukan dan sosial (Kadis) juga hadir ditengah-tengah kita akan kita bersama-sama apa yang harus kita lakukan,” jelasnya.
Basarnas Harus Bertindak Cepat
Selain itu, Nurdin Abdullah mengisyaratkan dengan keberadaan Basarnas ditanggap mampu melakukan tanggap darurat bencana alam.
“Ada Basarnas ya ada yang pegang duit, juga di sini ada apa Arwin, segera kucurkan pak kalau memang harus segera kita butuhkan. Ada PSDA juga ya Pak Darmawan, jadi kita sama-sama kita pak bupati tidak sendiri Pak kita hadir, provinsi hadir untuk kita sama-sama,” beber Sekjen Apkasi Indonesia itu.
Tetapi baginya, yang lebih penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ini, yaitu dengan pengetahuan awal cuaca ekstrem. Hal ini baginya harus dipahami seluruh aparatur pemerintahan sampai ke tingkat bawah.
Lebih jauh, Nurdin Abdullah mengaku, masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah. Menurutnua, pemerintah sidah menjalankan hal itu.
“Saya kira bapak ibu sekalian, kita juga prihatin saudara-saudara kita di selat sunda kemarin, ini sesuatu yang diluar dugaan tidak ada tanda-tanda tidak ada gempa. Tiba-tiba tsunami datang, itulah fenomena alam yang terjadi sekarang ini. Nah, yang terakhir tentu saya ingin sampaikan kepada kita semua alam ini ada yang mengatur pak. Jadi tidak akan ada yang terjadi tanpa kehendaknya jadi pendekatan agama ini penting,” pungkasnya.
Pernah Dialami Kabupaten Bantaeng
Gubernur Sulsel ini, menceritakan bagaimana saat dirinya memimpin Kabupaten Bantaeng selama 10 tahun.
“Saya ingat betul 10 tahun menjadi bupati di Bantaeng 2008 itu sama pak kejadiannya sama. Barru dan Bantaeng itu hampir sama kondisinya, tetapi kuncinya sebenarnya tergantung yang mengatur alam. Kejadian banjir itu karena apa, hujan yang harusnya turun seminggu, satu hari diturunkan pak. makanya over, nah kalau doa kita terus meminta supaya kita terlindungi dari mara bahaya Insyaallah. Bantaeng itu kami bangun cek dam kecil pak, harus kita bangun berbagai apa, simulasi simulasi ya Pak Faiz, kita pecah konsentrasi air dari hulu, ya alhamdulillah jadi mungkin memang biaya sedikit besar, tapi ini sesuatu yang bisa mengatasi banjir setiap tahun,” jelasnya.
“Saya kira itu yang bisa saya sampaikan dan yang lebih penting mungkin kita turun ke lapangan kita melihat kondisi dengan apa yang harus kita lakukan, bagi saya adalah bahwa pemerintah harus segera hadir di tengah-tengah duka masyarakat kita. Saya kira demikian, terima kasih pak bupati atas segala upaya anda lakukan,” tutupnya.

Comment