Tim Forensik Polda Sulsel Diterjunkan Cari Korban KLM Nurul Salsa

(Dok.ist)

(Dok.ist)

Makassar, PANRITA.News — Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan resmi mengerahkan tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Biddokkes memasuki hari keempat sejak tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa pada Rabu (15/7/2026) lalu.

DVI dan Biddokkes datang untuk membantu operasi pencarian serta identifikasi korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar.

Sebanyak 11 personel forensik diberangkatkan dari Makassar menuju lokasi kejadian. Tim ini dilengkapi dengan berbagai peralatan forensik khusus dan menggunakan tiga unit mobil operasional Dokpol guna menunjang kerja di lapangan.

BACA JUGA:  Mati Mesin dan Sarat Muatan, KLM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Selayar

Kompol Abd Rahman, Kaur DVI Biddokkes Polda Sulsel dalam penyampaiannya, setelah tiba di lokasi pihaknya akan langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait yang sudah lebih dulu melakukan pencarian.

“Mudah-mudahan pencarian terkait kecelakaan kapal laut ini bisa mudah, lancar dan aman,” kata Kompol Abd Rahman dikutip Sabtu (18/7/2026).

Sebelumnya, Tim Basarnas yang menurunkan Kapal SAR hingga Sabtu pagi belum menemukan satupun korban KLM Nurul Salsa. Seluruh korban yang tercatat sebelumnya berhasil dievakuasi oleh KLM Harapan Kita.

BACA JUGA:  Update KLM Nurul Salsa: 52 Selamat, Tim SAR Masih Cari 25 Korban

Tenggelamnya KM Nurul Salsa dari total 78 orang yang berada di atas kapal, sebanyak 52 orang telah ditemukan dalam kondisi selamat, satu orang meninggal dunia, sedangkan 25 korban sisanya belum ditemukan.

Sebelumnya, KLM Nurul Salsa dilaporkan mengalami mati mesin di sekitar perairan Pulau Polassi pada Rabu (15/7) siang.

Selain mengangkut puluhan penumpang, kapal motor tersebut ternyata memuat barang logistik yang sangat berat dengan bobot akumulatif melebihi 17 ton serta beberapa ekor hewan ternak.

Comment