Selayar, PANRITA.News — Memasuki hari keempat sejak tenggelamnya KLM Nurul Salsa pada Rabu (15/7/2026), upaya pencarian Tim Basarnas terhadap puluhan korban yang masih belum ditemukan masih nihil.
Tim Basarnas yang menurunkan Kapal SAR hingga Sabtu (18/7/2026) pagi belum menemukan satupun korban KM Nurul Salsa. Seluruh korban yang tercatat sebelumnya berhasil dievakuasi oleh KLM Harapan Kita.
Tenggelamnya KM Nurul Salsa dari total 78 orang yang berada di atas kapal, sebanyak 52 orang telah ditemukan dalam kondisi selamat, satu orang meninggal dunia, sedangkan 25 korban sisanya belum ditemukan.
Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar menyampaikan data korban akan terus diperbarui berdasarkan hasil verifikasi di lapangan.
“Kami mencocokkan informasi dari manifes, laporan keluarga, pemerintah setempat, serta korban yang telah dievakuasi,” katanya dikutip Sabtu (18/7/2026).
Arif menambahkan, proses pencarian diperluas setelah adanya laporan tambahan dari pihak kerabat korban yang datang ke posko aduan.
“Tujuannya agar tidak ada korban yang terlewat dan seluruh data yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat. Dari hasil verifikasi itu, kami mendapati ada tiga orang lagi yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya sehingga jumlah korban dalam pencarian bertambah,” sambung Arif.
“Kami berharap sinergi seluruh unsur yang terlibat dapat mempercepat proses pencarian. Tim di lapangan akan terus bekerja secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel. Kami juga memohon doa dari masyarakat agar seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” pungkas Arif.
Pada hari ketiga operasi penyelamatan, tim SAR gabungan langsung membagi area pencarian ke dalam dua sektor utama.
KN SAR Kamajaya 104 dikerahkan untuk menyisir sektor II, sementara KRI Marlin 877 melakukan pencarian di fokus sektor I. Operasi kemanusiaan ini juga diperkuat oleh pesawat Boeing B737-200 milik Lanud Sultan Hasanuddin dari udara.
Sebelumnya, KLM Nurul Salsa dilaporkan mengalami mati mesin di sekitar perairan Pulau Polassi pada Rabu (15/7) siang.
Selain mengangkut puluhan penumpang, kapal motor tersebut ternyata memuat barang logistik yang sangat berat dengan bobot akumulatif melebihi 17 ton serta beberapa ekor hewan ternak.

Comment