Siap-siap, PPKM Kembali Akan di Terapkan Se-RI, Berikut Aturan Barunya

Siap-siap, PPKM Kembali Akan di Terapkan Se-RI, Berikut Aturan Barunya

Menko PMK, Muhadjir Efendy

Jakarta, PANRITA.News – Pemerintah akan kembali menerapkan Aturan PPKM level 3 periode 24 Desember sampai 2 Januari. ini diharapkan bisa membatasi pergerakan dan mencegah munculnya kerumunan di libur akhir tahun.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Efendy mengatakan, kemungkinan besar akan mengumumkan ketentuan PPKM level 3 tersebut pada Senin 22 November. 

“Pertemuan yang melibatkan banyak orang juga akan ditiadakan,” ucap Muhadjir, dalam rilisnya pekan ini.

Tetapi, Ia menegaskan, kebijakan PPKM level 3 yang akan diterapkan akan memiliki perbedaan dengan kebijakan PPKM level 3 yang diterapkan saat ini.

“Kurang lebih sama, ada sedikit tambahan,” katanya.

Dia juga menyampaikan, nantinya seluruh wilayah, baik yang berstatus PPKM level 1 maupun level 2 akan menerapkan aturan PPKM level 3 secara merata.

“Sehingga ada keseragaman secara nasional. Sudah ada kesepakatan, aturan yang berlaku di Jawa – Bali dan luar Jawa – Bali nanti akan diseragamkan,” ungkapnya.

Lantas, bagaimana syarat perjalanan PPKM Level 3?

Muhadjir menuturkan, syarat perjalanan selama periode libur Natal-Tahun Baru akan diatur oleh Menteri Peruhubungan (Menhub) dan Kapolri. Saat ini penyusunan masih dalam koordinasi secara intensif.

“Persyaratan perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh (pesawat udara, bis, kapal laut dan kereta api) sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional,” ungkapnya.

Namun, pemerintah telah memperketat aturan perjalanan dengan menggunakan moda transportasi umum minimal sudah harus menerima vaksin dosis pertama.

Di sisi lain, Muhadjir memastikan tidak akan ada penyekatan. Namun, masyarakat disarankan tidak bepergian kecuali untuk tujuan yang sangat penting

“Intinya sesuai arahan presiden tidak ada penyekatan. Tidak ada penyekatan tetapi kita imbau, kita serukan kepada seluruh masyarakat untuk tidak bepergian. Kecuali untuk tujuan-tujuan primer,” tuturnya.

Pemerintah juga melarang pesta tahun baru, pesta kembang api dan pawai pada saat malam tahun baru mendatang. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah kerumunan masyarakat yang berpotensi memicu penularan Covid-19.

“Nanti akan kita batasi dan kita larang pertemuan-pertemuan berskala besar. Misalnya pesta old and new (pesta tahun baru) itu kita larang. Yang dibolehkan itu pesta old and new di tingkat keluarga saja. Mungkin 10 sampai 15 anggota keluarga masih diperbolehkan. Pesta di hotel menggelar ramai-ramai, hura-hura tidak boleh. Apalagi juga diikuti pesta petasan lalu pawai tahun baru, itu semua nanti akan dilarang,” tegasnya.

Muhadjir mengungkapkan, aturan rinci dari larangan itu saat ini masih disiapkan oleh Kapolri.

Tinggalkan Komentar