Sediakan Ijazah Tanpa Kuliah, Seorang Oknum Dosen di Makassar Jadi DPO

Sediakan Ijazah Tanpa Kuliah, Seorang Oknum Dosen di Makassar Jadi DPO

Oknum TF yang ditangkap polisi usai diperiksa

Makassar, PANRITA.News – Salah seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Makassar menjadi buronan polisi.

Ia ditetapkan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), setelah tim Resmob Polsek Rappicini menangkap seorang perempuan berinisial TF (35).

TF diduga melakukan tindak pidana penipuan bermodus penyedia ijazah tanpa kuliah dengan bekerja sama dengan oknum dosen tersebut.

TF ditangkap di Jl Rappicini, Makassar, Rabu malam.

“Jadi dua pelaku, salah satunya oknum dosen di kampus (swasta) tersebut yang saat ini masih DPO. Saat ini baru satu (TF) orang kita amankan,” kata Panit 2 Reskrim Polsek Rappicini, Ipda Ahmad S Hajar ditemui wartawan, Kamis (18/11/2021) malam.

Ipda Ahmad mengatakan, modus operasii yang dilancarkan TF dan sang oknum dosen dengan mengiming-imingi korbannya ijazah tanpa harus kuliah.

“Korban melapor sudah lama menunggu ijazah yang dijanjikan. Modusnya mengimingi-imingi ijazah tanpa kuliah,” ucapnya.

Diperkirakan ada sembilan orang yang telah menjadi korban penipuan itu.

Salah satu korbannya, seorang karyawan swasta berinisial US (29), warga Kecamatan Panakkukang.

“Untuk korbannya teridentifikasi dan dalam sembilan orang. Namun baru dua orang yang melaporkan,” ungkapnya.

Aksi penipuan itu lanjut dia, sudah kurang lebih satu tahun yang kemudian dilaporkan oleh salah satu pelanggan berinisial US lantaran ijazah yang dijanjikan tidak kunjung tiba.

“Korban melapor sudah lama menunggu ijazah yang dijanjikan. Modusnya mengimingi-imingi ijazah tanpa kuliah,” terang Ahmad.

Untuk harga yang dipatok TF ke para korbannya antara Rp 8 juta hingga Rp 10 juta.

Korban yang disasar adalah karyawan lulusan SMA yang belum mengenyam bangku kuliah sama sekali.

“Peran yang tersangka perempuan ini (TF) merekrut atas suruhan oknum dosen yang DPO. Dia (dosen) pelaku utama,” tuturnya.

Akibat perbuatannya, Taf dijerat pasal 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Sementara, sang dosen masih dalam pencarian polisi.

Tinggalkan Komentar