Kebijakan Larangan Mudik Belum Maksimal, DPR Sebut itu Pelajaran Untuk Pemerintah

Jakarta, PANRITA.News – Pemberlakuan larangan mudik lebaran 2021 yang dilakukan pemerintah guna mencegah lonjakan kasus Covid-19, dinilai belum maksimal.

Pasalnya, masih banyak masyarakat yang nekat pulang kampung meski pemerintah telah memberlakukan penyekatan jalan, guna mengantisipasi arus mudik. Alhasil beberapa titik penyekatan dijebol oleh pemudik.

Terkait hal itu, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus mengungkapkan, jebolnya penyekatan mudik adalah persoalan yang sulit dihindari.

Dirinya pun menilai, jika hal itu harus menjadi evaluasi dan pelajaran berharga bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran kedepannya.

“Beberapa titik sekatan juga sampai jebol dan akhirnya mau tidak mau banyak yang lolos mudik. Saya rasa ini pelajaran berharga bagi pemerintah,” kata Lasarus, dikutip dari Kompas, Rabu (19/5/2021), kemarin.

Selain itu lanjut dia, animo masyarakat yang ingin melakukan mudik masih sangat tinggi sehingga banyak yang mensiasati dengan melakukan mudik sebelum tanggal pelarangan mudik berlaku.

Untuk itu, Lasarus mengimbau pemerintah agar dalam perumusan kebijakan tidak diputuskan dalam waktu singkat seperti kebijakan larangan mudik tahun 2021 yang bisa dibilang mepet.

Tak hanya itu, Lasarus juga menyoroti kebijakan pemerintah yang mengizinkan tempat wisata tetap buka selama larangan mudik Hari Raya diberlakukan

“Seharusnya, sejak awal tempat wisata juga ditutup jika pemerintah betul-betul bertujuan mencegah adanya kerumunan. Kebijakan hulunya yang harus diperbaiki mengingat, kebijakan larangan mudik namun membuka tempat wisata tidak sinkron,” ucap dia.

Meski demikian, Lasarus tetap mengapresiasi kerja keras seluruh stakeholder yang telah bekerja non-stop dalam memastikan larangan mudik agar berjalan efektif. 

Tinggalkan Komentar