Dosen Kesmas UIN Alauddin Diamanahkan Jadi PJT Riset SDSG di Selayar

Dosen Kesmas UIN Alauddin Diamanahkan Jadi PJT Riset SDSG di Selayar.

Selayar, PANRITA.News – Syamsul Alam, S.KM.,M.Kes., salah Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) UIN Alauddin Makassar diamanahkan sebagai Penanggung Jawab Teknis (PJT) Riset Studi Determinand Status Gizi (SDSG) pada masa Pandemi Covid-18 Tahun 2020 di Kabupaten Kepulauan Selayar oleh Korwil 1 Puslitbang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan BALITBANGKES RI.

Riset SDSG bertujuan untuk mengetahui gambaran Determinan Status Gizi Balita seperti perilaku pemantauan pertumbuhan, pola konsumsi pangan rumah tangga dan Balita, penyakit infeksi pada Balita, perilaku imunisasi dan akses ke pelayanan kesehatan Balita, dan kondisi sanitasi dan lingkungan rumah tangga Balita pada masa pandemi Covid-19.

Syamsul Alam yang juga merupakan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Imu Kesehatan UIN Alauddin ini menyampaikan bahwa penelitian SDSG Tahun 2020 dilakukan di 250 kabupaten/kota di Indonesia yang terdiri dari 2.500 Blok Sensus (BS) Susenas Maret 2020 dan menggunakan desain potong lintang.

“Khusus di Sulawesi Selatan hanya terdapat 11 Kabupaten yg terpilih sebagai lokasi sampel penelitian pada riset ini. Hasil dari riset ini akan menggambarkan angka secara nasional jadi bukan angka kabupaten seperti riset nasional sebelumnya seperti riset kesehatan dasar (RISKESDAS), RISNAKES dll,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/12/2020).

Lanjt Ancu sapaan akrabnya, bahwa pengumpulan data dilakukan dengan mendatangi rumah tangga (RUTA) Balita terpilih sesuai dengan BS melalui wawancara.

“Sebagai upaya untuk mencegah terjadinya risiko penularan Covid-19 maka proses pengumpulan data l menerapkan Protokol Kesehatan dan wawancara dilakukan secara daring dan di tempat terbuka di luar rumah dengan jarak minimal 5-10 meter yang akan memakan waktu sekitar 30-45 menit, jika jaringan memungkinkan dan memadai. Namun jika koneksi jaringan kurang memadai maka dilakukan secara luring dengan jarak 2-5 meter,” jelasnya.

“Selain itu dilakukan pula pengukuran suhu tubuh pada responden sebelum proses waawancara, apabila suhu tubuhnya > 37,3 derajat celsius dan terindikasi gejala COVID-19 maka Tim pengumpul data akan membantu melaporkan kepada Tim Satgas Gugus Tugas Covid-19 setempat dan Puskesmas agar mendapat penanganan lebih lanjut,” pungkasnya.

Pelaksanaan riset telah melalui beberapa tahapan seperti MOT tingkat Pusat, TOT bagi PJT, wokshop enumerator, pengumpulan data yang telah berlansung pada tgl 21 November sd 4 Desember, dan nantinya akan ada diseminasi hasil penelitian. Untuk korwil 1 rencana desimanasi hasil penelitian akan dilkasanan di bekasi pada minggu ke 3 Desember Tahun 2020.

Tinggalkan Komentar