Dinkes Sulsel: Vaksinasi Covid-19 Dimulai Akhir Desember 2020

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Foto: BBC Magazine).

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Foto: BBC Magazine).

Makassar, PANRITA.News – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menyebutkan pemberian vaksin virus Covid-19 bagi masyarakat rencananya dilakukan pada akhir Desember 2020.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammad Ichsan Mustari berdasarkan Rapat Koordinasi Rencana Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 yang digelar bersama Kepala Sekretariat Kepresidenan, Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama seluruh kepala daerah provinsi secara virtual pada Jumat, (27/11/2020).

“Sudah ada pertemuan tapi masih (membahas) secara umum, terutama bahwa direncanakan pemberian vaksin di Akhir Desember 2020,” terang Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammad Ichsan.

Ichsan mengurai, terdapat beberapa tahap yang harus dilaksanakan sebelum pemberian vaksin kepada masyarakat dilakukan. Di antaranya, menunggu Use Emergency Authorized dari BPOM, penyedian cold storage untuk vaksin dalam jumlah besar, hingga menetapkan jumlah vaksin yang diberikan bagi setiap daerah melalui jalur subsidi maupun jalur mandiri.

“Harus ada Use Emergency Authorized dari BPOM untuk menjamin keamanan vaksin, juga mengenai skema pemberian vaksin perlu dipersiapkan dengan matang, karena menurut para Menteri ada dua kemungkinan model yang digunakan yakni skema pemerintah dan skema mandiri,” jelas Ichsan.

Sementara untuk fasilitas penyimpanan vaksin, Ichsan menyebutkan, saat ini Sulsel baru memiliki satu buah cold room yang dapat digunakan.

“Kita masih butuh satu cold room,” jelasnya.

Ia melanjutkan, mengenai prioritas pemberian vaksin berdasarkan peraturan yang ditetapkan adalah bagi tenaga kesehatan, pelayan publik, dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS.

Sementara, Menkes Terawan Agus Putranto menyebutkan, aturan penetapan jumlah kuota vaksin untuk setiap daerah didasarkan pada jumlah penduduk, jumlah kasus yang terkonfirmasi, jumlah comorbid dan akan dikomparasi dengan jumlah vaksin yang mungkin diberikan melalui jalur mandiri.

“Berdasarkan jumlah kasus, comorbid, berapa jumlah masyarakat yang terkonfirmasi Covid, jumlah ini akan dikomparasi dengan vaksin mandiri,” jelas Menteri Terawan.

Dari pemaparan yang disampaikan Kementerian Kesehatan, Roadmap Strategi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 akan dilakukan melalui tiga tahap. Dimulai dari persiapan yang dimulai dari survey persepsi masyarakat atas pemberian vaksin, pendataan dan peningkatan kapasitas SDM, pendataan dan pemberian fasilitas kesehatan, penyiapan aspek regulasi, pengintegrasian sistem satu data hingga usulan kebutuhan anggaran.

Tahap kedua yakni pelasanaan meliputi aspek pendistribusian cold chain (lemari pendingin vaksin), distribusi vaksin dan logistik, standar pelayanan vaksinasi, standar manajemen limbah, dan penyediaan digital ticket dan pencatatan hasil vaksin.

Tahap ketiga adalah monitoring dan evaluasi berupa penctatan laporan dan pemantauan.

Sementara, untuk jenis vaksin yang digunakan dibagi dalam dua tipe yakni untuk jangka panjang dan jangka pendek. Untuk jangka pendek menggunakan sistem Tech Transfer Process Hilir dengan formulasi/filling menggunakan bulk vaksin covid-19 “capacity building” yang merupakan vaksin hasil kerjasama dengan Sinovac Biotech Ltd dan kerjasama multilateral Coalition for Epidemic Preparedness Innovation (CEPI).

Sedangkan untuk vaksi yang diberikan untuk jangka panjang menggunakan Vaksin Merah Putih berdasarkan hasil sinergi BUMN pada Konsorsium Vaksin Covid-19 Nasional.

Terakhir, sistem distribusi vaksin akan dilakukan mulai dari Kementerian Kesehatan-Penyedia-Provinsi-Kabupaten/Kota-Rumah Sakit, Klinik Kesehatan, Puskesmas-tiga kelompok sasaran utama. 

Tinggalkan Komentar