Opini: Hidup Produktif dengan Paradigma Sehat

Ilustrasi Hidup Sehat (int)

Ilustrasi Hidup Sehat (int)

Seberapa produktifkah hari-hari yang telah terlewati? Meskipun kasus Covid-19 semakin melandai, upaya pencegahan tetap dilakukan, salah satunya dengan program pemerintah yang masih terus menjalankan vaksinasi dan upaya preventif lainnya dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. 

Di musim pancaroba, baik pelajar, mahasiswa, pekerja dan setiap orang berupaya agar tetap produktif dengan menjaga kesehatannya di tengah cuaca yang berubah-ubah. 

Kondisi cuaca yang tidak menentu dimana siang hari cuaca menjadi panas namun sore hari hujan deras akan mempercepat agen penyakit seperti virus, bakteri, jamur masuk ke dalam tubuh, apalagi jika imunitas tubuh menurun, penyakit seperti flu, demam, diare, infeksi saluran pernafasan akut dapat dialami.

Paradigma sehat adalah salah satu cara agar seseorang dapat mempertahankan ataupun meningkatkan kesehatannya. Upaya promotif dan preventif yang terkandung dalam paradigma sehat membuat seseorang dapat menjalani hari dengan produktif. 

Namun, fenomena yang terjadi saat ini adalah banyaknya makanan yang tersedia dalam bentuk fast food. Pola konsumsi masyarakat yang lebih memilih dengan cita rasa “enak” tanpa memilah makanan “sehat” telah menjadi konsumsi masyarakat. 

Perilaku sedentari yang tak dapat dihindari hingga membuat seseorang menatap dan bermain dengan gadgetnya selama berjam-jam membuat tubuh tidak melakukan pergerakan sebagaimana mestinya.

Ketika paradigma sakit hadir untuk mendorong agar individu yang sakit dapat sembuh atau sehat kembali melalui upaya kuratif dan rehabilitatif, maka paradigma sehat hadir agar masyarakat dapat melakukan upaya promotif dan preventif agar dirinya tetap berada dalam kondisi sehat atau tidak jatuh sakit dan dapat meningkatkan kesehatannya. 

Mengutip Kemenkes RI ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar kita sebagai masyarakat dapat mempertahankan dan meningkatkan kesehatan, yaitu: Pertama, menjaga pola makan dengan gizi seimbang. Ketika beraktivitas, tubuh memerlukan energi yang cukup agar keseimbangan gizi di dalam tubuh dapat terjaga dengan mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin dan mineral serta membatasi konsumsi gula, garam dan minyak secara seimbang. 

Kedua, menjaga aktivitas fisik dengan melakukan aktivitas ringan, sedang atau olahraga minimal 30 menit tiap hari. Hindari sedentary behavior atau perilaku menetap seperti bermain gadget selama berjam-jam tanpa melakukan peregangan. 

Ketiga, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan minimal 30 detik/menggunakan handsanitizer agar terhindar dari berbagai macam penyakit yang dapat masuk ke dalam tubuh serta istirahat yang cukup dengan menjaga pola tidur minimal 6-8 jam per hari dan mencukupi kebutuhan air mineral di dalam tubuh.

Paradigma sehat hanya sekadar konsep jika masyarakat tak memiliki keinginan untuk mengubah hal tersebut. Olehnya itu, diperlukan kesadaran dan niat yang kuat serta kedisiplinan untuk mulai menerapkan paradigma sehat dalam kehidupan sehari-hari demi tercapainya tujuan dan hidup yang produktif. 

Ayo hidup sehat dengan melakukan upaya pencegahan menuju Indonesia sehat. Salam promotif dan preventif.

Penulis​: Siti Latifah Burhan | Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin

Comment