Hukum Mandi Wajib Setelah Imsak saat Puasa Ramadhan

Ilustrasi Mandi

Ilustrasi Mandi © Shutterstock

Saat puasa di bulan Ramadhan, banyak sekali pertanyaan yang muncul terkait dengan sah atau tidaknya berpuasa dalam keadaan junub dan belum mandi wajib.

Pertayaaan ini sering kita dengar dari berbagai kalangan, terutama dari para suami istri yang masih belum paham tentang mandi junub saat menjelang waktu subuh.

Junub sendiri merupakan suatu kondisi ketika seseorang mengeluarkan air mani, baik itu karena berhubungan badan, masturbasi, maupun mimpi basah.

Karena ketidaktahuan, bayak yang tidak melakukan puasa bahkan ada yang tidak sholat. Namun, ada juga yang tetap berpuasa tanpa mandi wajib terlebih dahulu.

Dari kondisi itu, tentu banyak dari kita yang mempertanyakan apakah berpuasa tanpa mandi wajib diperbolehkan?

Belum Mandi saat masuk waktu Subuh

Menurut Ustadz Ammi Nur Baits, Dewan Pembina situs islami Konsultasi Syariah dari Madinah International University, bukanlah syarat sah berpuasa, seseorang harus suci dari hadats besar atau kecil.

Menurutnya, hal ini berbeda dengan shalat atau thawaf di ka’bah. Orang yang suka shalat atau thawaf, harus suci dari hadats besar maupun kecil.

Dan jika terjadi hadats di tengah-tengah shalat maka shalatnya batal. Beda lagi dengan puasa, jika kita harus suci dari hadats, tentu semua orang puasa akan sangat kerepotan. Karena mereka tidak boleh kentut atau buang udara selama berpuasa.

Oleh karena itu, orang yang junub dan belum mandi sampai subuh tidak perlu khawatir, karena ini tidak membatalkan puasanya.

Dalil pokok masalah ini adalah hadits dari Aisyah dan Ummu Salamah radhiallahu ‘anhuma; mereka menceritakan:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai waktu subuh, sementara beliau sedang junub karena berhubungan dengan berbicara. Kemudian, beliau mandi dan berpuasa. “(HR. Bukhari 1926 dan Turmudzi 779).

At-Tumudzi setelah menyatakan hadits ini, beliau mengatakan:

والعمل على هذا عند أكثر أهل العلم من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم, وغيرهم, وهو قول سفيان, والشافعي, وأحمد, وإسحاق

Inilah yang dibicarakan oleh ulama di kalangan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan yang lainnya. Dan ini merupakan pendapat Sufyan At-Tsauri, As-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq bin Rahuyah. (Sunan At-Turmudzi, 3/140).

Bolehkah Sahur dalam Kondisi Junub?

Ketika ada orang junub bangun tidur di penghujung malam, dia harus memilih mandi dan sahur, apa yang harus didahulukan?

Dari penjelasan di atas, mandi junub tidak harus dilakukan sebelum subuh. Orang boleh mandi junub setelah subuh, dan puasanya tetap sah.

Sementara sahur, batas terakhirnya adalah subuh. Jika tidak boleh sahur setelah waktu masuk subuh. Hanya saja, sebelum makan sahur, siap agar berwudhu terlebih dahulu. Jawaban dari Aisyah radhiallahu ‘anha , beliau mengatakan:

كان رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا كان جابا فأراد

“Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berada dalam kondisi junub, kemudian beliau ingin makan atau tidur, beliau berwudhu mulai wudhu kompilasi mencari shalat.” (Hr Muslim, 305).

Jika Hendak Shalat Subuh, Mandi Dulu
Jangan sampai kondisi junub karena beda lagi masalah shalat subuh dengan puasa, jika kita meninggalkan shalat hanya karena malas untuk mandi tentu dosa yang sangat besar. Sebelum shalat, mandi dulu, karena ini syarat sah shalat.

Allah berfirman:

وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

“Jika kalian dalam situasi junub, bersucilah ..” (QS. Al-Maidah: 6)

Video Pilihan:
“Inilah yang Terjadi pada Masa Depan Dunia jika Vaksin Virus Corona Tidak Ditemukan”

Tinggalkan Komentar