THR ASN Dipotong, Pemerintah Hemat Rp5,5 Triliun

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani.

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani mencatat, dengan mengurangi Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) mampu menghemat belanja negara mencapai Rp 5,5 triliun.

Dana tersebut akan dialokasikan untuk penanganan pandemi virus corona (Covid-19).

Sri menyebutkan, pemerintah membuat dua kebijakan baru mengenai THR untuk ASN.

Pertama, jumlah pejabat yang mendapatkan THR akan dikurangi. Pejabat eselon dua ke atas, termasuk jajaran menteri, wakil menteri hingga presiden tidak mendapatkan THR.

Selain itu, bagi eselon tiga ke bawah yang masih mendapatkan THR pun akan dikurangi secara besaran. Sebab, tunjangan kinerja tidak akan dimasukkan.

“Yang dibayar hanya gaji pokok dan tunjangan pelekat,” tutur Sri dalam konferensi pers melalui teleconference, Jumat (17/4).

Sementara itu, Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, Askolani mengatakan, selama ini, tunjangan kinerja masuk dalam komponen perhitungan THR bagi ASN.

Tapi, seiring dengan kebijakan refocusing dan realokasi anggaran, komponen tersebut tidak lagi dimasukkan.

Askolani menekankan, kebijakan ini berlaku untuk semua ASN di pemerintahan pusat maupun daerah.

“Satu lagi, pensiunan, juga diberikan seperti yang mereka dapatkan pada tahun lalu,” tuturnya dalam kesempatan yang sama.

Tinggalkan Komentar