Mulai Bernyanyi, Nurhamsiah Sebut Nama Pemberi Kwitansi Palsu RS Bhayangkara

Nurhamsiah, terlapor kasus pemalsuan kwitansi rumah sakit Bhayangkara Makassar. (Ist)

Makassar, PANRITA.News – Terlapor kasus pemalsuan kwitansi rawat inap Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar sedikit demi sedikit mulai memberi titik terang dalam penyelidikan kasus tersebut.

Informasi yang terima Panrita.news menyatakan bahwa Nurhamsiah selaku terlapor menyebutkan nama baru terkait kwitansi tersebut.

LR, adalah inisial dari nama yang disebutkan oleh Cia. “Yang bersangkutan (LR) sudah dipanggil Jumat lalu namun tak hadir di Mapolda Sulsel,” tutur sumber Panrita yang enggan disebutkan namanya.

Sofian selaku pelapor menyatakan bahwa inisial itu sepertinya dia kenal. “Kalau betul itu dia, dulu saya biasa bertemu, tapi janganma sebut nama, biarkan prosedur hukum yang membuka fakta sebenarnya,” ungkapnya.

Namun, saat Panrita mencoba menghubungi LR, dengan bantuan Sofian, LR menyatakan menolak dikaitkan dengan kwitansi editan tersebut. “Wah, bahaya sekali itu Cia sebut-sebut nama saya, saya sama sekali tidak tahu soal itu kwitansi” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon, Minggu (1/3/2020).

LR sendiri sudah mencoba menghubungi Cia terkait keterangannya d Mapolda tersebut. “Saya sudah hubungi (Cia red), saya sampaikan bahwa kalau saya disebut, pasti akan dipanggilka, namun saya juga belum terima surat pemanggilanku dari Polisi,” terang LR.

Diketahui, kasus ini sendiri bermula ketika Sofian dilaporkan oleh Nurhamsiah di Polsek Mariso. Cia menuding Sofian telah menganiayanya. Sofian diproses hingga peradilan.

Baca : Kwitansi Palsu Jadi Bukti Dakwaan JPU Kejari Makassar

Dalam proses hukumnya, Sofian yang menemukan bukti kwitansi editan yang jadi salah satu bukti penetapan status tersangkanya menghantarkannya dengan vonis hukuman percobaan 4 bulan sebagaimana putusan perkaranya dari hakim Pengadilan Negeri Makassar.

Baca: Didakwa 7 Bulan Penjara, Hakim Vonis Sofian Abdullah 4 Bulan Percobaan

Sofian kemudian melaporkan balik Nurhamsiah di Mapolda Sulsel atas temuan bukti kwitansi editan tersebut.

Baca: Kwitansi RS Bhayangkara Dipalsukan, Siapa Bertanggung Jawab?

“Proses penyelidikannya sementara berjalan, saksi-saksi telah dipanggil termasuk pihak RS. Bhayangkara dan anggota dari Polsek Mariso yang dulu menyidik saya (saat dilapor Cia red), dari informasi yang saya dengar, terlapor juga telah hadir Senin (24/02-2020) lalu  menghadiri panggilan penyidik Polda Sulsel, semoga bisa cepat clear dan terbuka fakta-fakta sebenarnya,” beber Sofian.

Tinggalkan Komentar