Hadiri Panggilan penyidik, Nurhamsiah bantah Terlibat Urusan Kwitansi Palsu

Nurhamsiah, terlapor kasus pemalsuan kwitansi rumah sakit Bhayangkara Makassar. (Ist)

Makassar, PANRITA.News – Nurhamsiah, terlapor kasus pemalsuan kwitansi rumah sakit Bhayangkara Makassar akhirnya menghadiri panggilan penyidik polisi di Mapolda Sulsel Senin (24/02/2020) kemarin.

Dalam pemeriksaannya, perempuan berusia 58 tahun itu mengelak dari tuduhan sebagai pelaku yang mengubah isi kwitansi dari rumah sakit bhayangkara tersebut.

Bahkan Cia sapaan akrabnya menyatakan bahwa dia tak tahu-menahu soal kwitansi itu dan menuding bahwa bisa jadi pelapornya adalah pihak yang membuat kwitansi palsu tersebut.

Adapun, Sofian pelapor sekaligus korban yang sebelumnya telah diproses pidana atas dugaan penganiayaan dengan bukti kwitansi palsu tersebut menyatakan bahwa bantahan Nurhamsiah itu tak berdasar.

“Dari berkas BAP Polsek Mariso yang mentersangkakan saya, jelas dikatakan bahwa salah satu bukti itu adalah kwitansi rawat inap, dan keterangan yang bersangkutan (nurhamsiah red) bahwa dia telah dirawat inap di RS. Bhayangkara, lalu bagaimana bisa dia mengelak tidak tahu soal kwitansi itu,” ungkap Sofian.

Bukti Kwitansi Editan yang digunakan dalam BAP Polrek Mariso.

Pria yang dikenakan hukuman percobaan itu juga menyangkal tudingan nurhamsiah bahwa dirinya yang merekayasa kwitansi itu.

“Itu tudingan ngawur, bagaimana mungkin saya merekayasa, sementara saya harus diproses hukum karena kwitansi itu jadi satu alat bukti untuk mempidanakan saya,” bebernya.

Inisiatif Sofian melaporkan Nurhamsiah adalah karena ditemukannya bukti kwitansi dari rumah sakit Bhayangkara Makassar yang sudah diedit yang dijadikan oleh Nurhamsiah sebagai salah satu bukti untuk mentersangkakannya dalam kasus dugaan penganiayaan

Baca juga : Kwitansi Palsu Jadi Bukti Dakwaan JPU Kejari Makassar

Proses hukum Sofian telah usai dengan vonis 4 bulan percobaan oleh hakim Pengadilan Negeri Makassar.

Baca juga: Didakwa 7 Bulan Penjara, Hakim Vonis Sofian Abdullah 4 Bulan Percobaan

Namun, putusan vonis tersebut bagi Sofian bukanlah babak akhir atas masalah itu. Menurutnya, proses hukum dari laporan baliknya terhadap Nurhamsiah juga harus diproses dengan baik oleh aparat kepolisian.

“Saksi-saksi sudah dipanggil dan terlapor juga sudah menghadap, harapan kami untuk selanjutnya bahwa penyidik bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” papar Fian, sapaannya.

Tinggalkan Komentar