Sidang Putusan Kasus Sengketa Lahan Depan RS Siloam Makassar Ditunda

Foto: Lokasi sengketa lahan di Jl. Metro Tanjung Bunga Depan RS Siloam Makassar.

Foto: Lokasi sengketa lahan di Jl. Metro Tanjung Bunga Depan RS Siloam Makassar.

Makassar, PANRITA.News – Gelaran sidang dengan agenda putusan untuk kasus sengketa lahan di lokasi di Jl. Metro Tanjung Bunga Makassar depan Rumah Sakit Siloam Makassar, Kamis (20/2/2020) mengalami penundaan.

Panitera Pengadilan Negeri Makassar yang mendampingi majelis hakim dalam setiap agenda persidangan menyatakan bahwa putusannya ditunda sampai Kamis pekan depan. “Ditunda sampai pekan depan,” ungkap Jaya, panitera PN Makassar.

Putusan perkara perdata nomor : 02/Pdt.G/2019/PN.Mks itu ditunda pembacaan dan penetapannya hingga Kamis (27/02/2020) mendatang.

Kuasa hukum pihak penggugat, Ibrahim Bando, SH yang ditemui PANRITA.News di Pengadilan Negeri menyatakan penundaan itu masih dalam batas kewajaran. “Wajar itu dek, dan kami selaku penggugat memahami,” ujarnya.

Namun, Ibrahim juga menyatakan bahwa putusan itu senantiasa menjadi penantian yang akan terus dipantau.

“Majelis Hakim adalah representasi pengadil di kehidupan ini dan keputusannya tentunya akan memberi rasa adil bagi yang dirugikan, “papar salah satu advokat senior Makassar tersebut.

Pengacara berdarah Enrekang tersebut menyatakan optimis dengan putusan hakim. Menurutnya, kualitas bukti dan kesaksian dari para saksi yang dihadirkan selama proses persidangan itu lebih banyak menguatkan pihaknya.

“Pejabat pajak dulu, penggarap dan warga asli yang memahami lokasi disana dan bahkan mantan lurah Mattoangin tahun 1992 (Rusman Abutahir) yang jelas-jelas menyatakan bahwa lokasi itu digarap klien kami (Hamsah Dg. Muntu) dan terletak di kelurahan Mattoangin memberi informasi yang menerangkan secara jelas atas gugatan dalam kasus ini,” jelas Ibrahim.

Sementara itu, Hamsah Dg. Muntu yang dikonfirmasi mengungkapkan menyerahkan segala bentuk proses hukum pada kuasa hukumnya.

“Iye terserah pada tim, insyaa Allah semoga membuka kebenaran,” ungkap Dg. Muntu.

Tinggalkan Komentar