Wapres Ma’ruf Amin Bertemu 36 Ormas Islam, Buat 6 Kesepakatan

Wapres Ma’ruf Amin Bertemu 36 Ormas Islam, Buat 6 Kesepakatan. (Foto: Ist)

Jakarta, PANRITA.News – Wakil Presiden Ma’ruf Amin bertemu dengan perwakilan 36 ormas Islam di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2019) malam.

Dalam pertemuan tersebut, ada enam kesepakatan yang berkaitan dengan persatuan berbangsa dan bernegara.

“Malam ini saya undang ormas Islam untuk bicara masalah keagamaan dan kebangsaan,” ujar Ma’ruf usai pertemuan seperti dikutip dari Kompas.com.

Ormas Islam yang diundang di antaranya MUI, NU, Muhammadiyah, LDII, KAHMI, Wahdah dan lainnya.

“Dalam pertemuan telah dibincangkan berbagai masalah dan telah ada kesepakatan-kesepakatan baik mengenai kenegaraan, persatuan, keutuhan bangsa, keumatan, dan ekonomi umat,” katanya.

Berikut 6 kesepakatan yang dibacakan oleh Wasekjen MUI Salahuddin Al-Ayyubi:

  1. Para pimpinan ormas Islam mempunyai pemahaman yang sama bahwa berdirinya negara-bangsa ini merupakan kesepakatan nasional (al- mitsaq al-wathani) yang harus dijaga dan dipertahankan bersama.
  2. Kondisi umat Islam yang sangat majemuk membuka peluang terjadinya perbedaan-perbedaan dan dalam tahap tertentu bisa berubah menjadi perpecahan. Oleh karena itu, bersepakat untuk tetap menjalin hubungan persaudaraan antar sesama Muslim (ukhuwah Islamiyah) dan antar sesama anak bangsa (ukhuwah wathaniyah), serta tetap mengupayakan terjadinya persatuan umat (tawhidul ummah).
  3. Sebagai bagian terbesar penduduk di Indonesia, umat Islam mempunyai kesempatan yang besar untuk mengambil peran kebangsaan dan kenegaraan secara lebih proporsional. Upaya-upaya untuk memperjuangkan hal itu, harus tetap melalui mekanisme yang telah menjadi kesepakatan bersama dalam berbangsa dan bernegara.
  4. Kondisi umat Islam yang sebagian besar masih lemah secara ekonomi membutuhkan keberpihakan kebijakan secara nasional, sehingga dapat memberikan kesempatan bagi para pelaku ekonomi umat untuk dapat bersaing secara lebih setara.
  5. Kondisi bangsa yang masih banyak tantangan perlu untuk dihadapi secara bersama-sama dengan semangat persatuan bangsa. Oleh karena itu narasi dan wacana yang dapat memecahbelah persatuan umat agar dihindarkan. Wacana tentang radikalisme dan separatisme yang tidak terukur berdampak kontra produktif untuk persatuan umat dan bangsa.
  6. Bersepakat untuk secara periodik bertemu dengan difasilitasi oleh Bapak Wakil Presiden RI, Prof. DR. KH. Ma’ruf Amin untuk membicarakan permasalahan yang lebih khusus.

Jakarta, 28 November 2019.

Tinggalkan Komentar