Tolak Undangan Presiden ke Istana, Mahasiswa: Kabulkan Saja Tuntutan Kami

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019). (Foto: ANTARA)

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019). (Foto: ANTARA)

Jakarta, PANRITA.News – Beberapa hari terakhir, ribuan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia menggelar aksi unjuk rasa menolak revisi UU KPK dan RKUHP dan sejumlah UU yang bermasalah lainnya.

Merespon hal itu, akhirnya Presiden Jokowi mengaku akan bertemu dengan perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus.

“Kami akan bertemu dengan para mahasiswa terutama dari BEM,” kata Jokowi seusai bertemu sejumlah tokoh di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (26/9/2019) lalu.

Namun menanggapi hal tersebut, sejumlah pengurus organisasi mahasiswa menolak undangan Presiden tersebut.

Salah satunya, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sriwijaya (UNSRI) Ni’ Matul Hakiki Awan mengatakan, pihaknya tak mau menghadiri undangan Presiden Joko Widodo ke Istana Kepresidenan.

Mahasiswa hanya ingin Presiden memenuhi tuntutan mahasiswa soal undang-undang yang bermasalah.

“Kalau kami bukan ingin diundang. Kami ingin ada yang diubah dari UU yang bermasalah itu dan kami akan konsisten,” kata Awan seperti dikutip dalam acara Kompas TV, Sabtu (28/9/2019).

“Kalau kami akan turun sampai yang kami inginkan dituruti,” ujarnya lagi.

Senada, Ketua BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Abdul Basit menegaskan, tuntutan mahasiswa sudah jelas bahwa meminta presiden menerbitkan Perppu UU KPK.

“Kita akan terus turun karena apa? Karena sebagai mahasiswa, social controlpemerintah. Sampai kapan pun itu, baik itu kita dituduh sebagai kerumunan yang ditunggangi, kita akan terus turun,” kata Abdul.

Begitupun dengan aliansi BEM se-Universitas Indonesia (UI) yang menegaskan pula bahwa pihaknya menolak mentah-mentah undangan tersebut.

Sementara itu, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia mengatakan, bersedia bertemu presiden apabila pertemuan dilakukan secara terbuka alias dapat disaksikan langsung masyarakat luas.

Adapun pada hari yang sudah dijadwalkan, pertemuan tersebut batal. Pihak istana membantah batalnya pertemuan karena persyaratan yang diajukan oleh mahasiswa.

Tinggalkan Komentar