Soal STKIP YAPTI Jeneponto Terancam Ditutup, Ini Penjelasan Ketua Yayasan

Ilustrasi Kampus STKIP Yapti Jeneponto (Ist).

Jeneponto, PANRITA.News – Ketua Yayasan YAPTI Jeneponto, Maysir Yulanwar menjelaskan perihal kampus STKIP Yapti Jeneponto yang terancam akan ditutup.

Sebelumnya diberitakan bahwa STKIP Yapti Jeneponto mendapatkan surat dari Lembaga Layanan Pendudikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX perihal pelanggaran administratif.

Maysir Yulanwar mengungkapkan bahwa pihaknya hampir telah merampungkan apa yang harus dipenuhi sesuai dengan isi surat tersebut.

“Isi teguran dari LLDikti kepada kampus STKIP sudah 90 persen kami rampungkan. Pada awal Oktober 2019 pembenahan STKIP akan kami serahkan kepada LLDikti,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (20/9/2019).

Yulanwar menjelaskan terkait dengan surat tersebut merupakan kekurangan kampus STKIP selama berada di bahwa pimpinan Natsar Desi sebagai Ketua STKIP.

“Apa yang menjadi teguran LLDikti tersebut (sebagai kekurangan kampus STKIP) adalah apa yang selama ini berada di bawah kepemimpinan Natsar Desi sebagai Ketua STKIP. Menjabat selama 2 tahun sebagai ketua, tak ada perubahan yang berarti, justru memunculkan teguran dari LLDikti,” jelasnya.

Dengan alasan itu, maka pihak Yayasan Yapti memberhentikan Natsar Desi sebagai Ketua STKIP.

Lebih lanjut, Yulanwar mengatakan hingga saat ini hubungan dan komunikasi antara kampus STKIP dan LLDikti terus terbangun dengan baik.

Bahkan, kata Yulanwar LLDikti memberikan masukan dan solusi terhadap kampus STIE-STKIP YAPTI Jeneponto agar ke depannya melakukan merger dan menjadi sebuah Institut yang bernama “Institut Bisnis dan Pendidikan Turatea”.

“Ini dimaksudkan agar data mahasiswa, dosen dan segala akrivitas kampus dapat terdata rapi dan baik di pangkalan data milik LLDikti,” lanjutnya.

“Proses merger tersebut sedang dijalankan. Setelah pembenahan kampus STKIP rampung, pihak Yayasan YAPTI segera menyelesaikan dokumen pembentukan institut tersebut. Pihak LLDikti sangat bersedia membantu agar percepatan terealisasinya institut segera terwujud,” sambung Yulanwar.

Sementara soal masukan nama institut tersebut pihak Yayasan masih merembukkan dan nantinya Institut tersebut akan ditambahkan program studi yang baru.

“Institut baru tersebut nantinya akan ditambah prodi baru yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sulsel, khususnya masyarakat Jeneponto dan kabupaten terdekatnya,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar