Anggota DPRD Makassar Hamzah Hamid Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak

Sosialisasi penyebarluasan produk hukum Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar Nomor 5 Tahun 2018 tentang perlindungan anak.

Makassar, PANRITA.News – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Hamzah Hamid menggelar sosialisasi penyebarluasan produk hukum Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar Nomor 5 Tahun 2018 tentang perlindungan anak.

Sosialisasi itu digelar di Karuwisi Utara, Kecamatan Panakukang, Makassar, Kamis (25/7/2019).

Dalam kesempatan itu, Legislator DPRD Fraksi PAN tersebut menjelaskan perihal peraturan tentang perlindungan anak.

Hamzah Hamid menguraikan bahwa ada 10 hak anak-anak yang diatur dalam Perda Kota Makassar No. 5 Tahun 2018 dan sangat perlu dipahami oleh masyarakat.

“Hak anak ini patut diketahui oleh masyarakat kota makassar yakni hak untuk bermain, hak untuk mendapatkan pendidikan, perlindungan, nama atau identitas diri, status kebangsaan, hak untuk mendapatkan makanan, akses kesehatan, rekreasi, kesamaan, dan peran dalam kebangsaan,” urainya.

Hamzah berharap agar kegiatan ini bisa memberi manfaat dan menjembatani masalah yang sering dihadapi warga terutama persoalan anak.

Sementara pembicara lain, Muhammad Fadhil mengatakan bahwa jauh sebelum adanya petunjuk dalam peraturan perundang undangan, mulai dari UU, PP, Perpres, Pergub, sampai pada Perda tentang perlindungan anak, lebih dulu Tuhan telah memberikan petunjuk.

“Sebagaimana Firmannya Dalam  Al Qur’an At-Tahrim ayat 6 yang artinya wahai orang-orang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari Api Neraka,” ujarnya.

Olehnya itu, menurut Fadhil, dalam mendidik anak harus disertai kesabaran dan berlapang dada, bukan malah dijadikan beban apalagi sampai membuat stres.

“Kita tidak perlu stres dengan maraknya kenakalan anak remaja di Kota Makassar, boleh jadi ujian bagi kita bagaimana cara kita menghadapi persolan ini, sebagaimana para Nabi-Nabi yag diuji dengan anaknya yang juga melakukan kesalahan,” ucapnya.

Pada dasarnya kata Fadhil, anak adalah sumber fitnah (ujian) sebagaimana ia kutip dari Al-quran surah At-taghabun ayat 15 bahwa sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanya cobaan (bagimu); di sisi Allah pahala yang besar.

“Nabi Yakub AS memberikan kita contoh berlapang dada dalam mendidik anak, Nabi Yakub justru berkata pada putra-putranya aku akan mendoakan ampun untuk kalian kepada Tuhanku (Surah Yusuf 98). Olehnya itu selain daripada contoh diatas, maka juga dengan hadirnya perda ini memberikan kita petunjuk dalam menyelesaikan persoalan perlindungan anak di sekitar kita,” jelas Fadhil.

Sementara Kadis Sosial Kota Makassar, Akhmad Namsum mengatakan bahwa soal perlindungan anak akan efektif jika diinstitusionalisasi.

“Misalnya melalui implementasinya pada fasilitas umum terutama lembaga pendidikan, Dinsos akan memaksimalkan lembaga yang ada dibawah naungan Dinsos untuk serius menangani persoalan perlindungan anak, sehingga tidak ada lagi anak di kota makassar yang tidak terpenuhi hak-haknya, danMakassar betul-betul menjadi Kota layak anak,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar