Diskorsing 4 Semester, Mahasiswa UIN Alauddin Menggugat ke PTUN

Diskorsing 4 Semester, Mahasiswa UIN Alauddin menggugat ke PTUN

Diskorsing 4 Semester, Mahasiswa UIN Alauddin menggugat ke PTUN

Makassar, PANRITA.News -Sejumlah mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar menggugat Surat Keputusan (SK) Rektor tentang sanksi skorsing perkuliahan yang dijatuhkan kepada 9 mahasiswa.

Gugatan itu telah diajukan ke Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar pada Jumat (12/07/2019) lalu didampingi oleh beberapa lembaga kemasiswaan.

Fawzi Ali Akbar Rasfanjani yang juga termasuk satu diantara Mahasiswa tekena sanksi skorsing selama 4 semester mengatakan yang tertuang dalam SK Rektor Uin Alauddin nomor 122/2019 cacat secara prosedural sebab tidak sesuai dengan mekanisme ataupun aturan main yang ada dalam kampus.

“Menjatuhi sanksi tanpa adanya bukti serta tidak memberikan ruang pembelaan dalam sidang etik jelas terkesan memaksakan,” kata Fawzi yang juga tercatat sebagai Demisioner Ketua Senat Mahasiswa UIN Alauddin.

Sebelumnya, Fawzi bersama 8 mahasiswa lainnya di nonaktifkan dari segala aktifitas akademik akibat terlibat kasus tawuran beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah dan Hukum, Andi Muh. Satriansyah menilai bahwa Mahasiswa sebagai harusnya menjadi subjek di kampus.

“Ketiadaan sistem yang demokratis dan melibatkan mahasiswa dalam pengambilan keputusan di kampus menjadikan mahasiswa hanya sebagai robot dengan papan kendali di tangan pejabat kampus. Patuh atau punah adalah kepastian, maka dari itu kami menempuh jalur diluar dari kampus dan Mari kita sama-sama menghargai segala upaya hukum  yang telah diambil ditingkat PTUN dan mengawalnya secara bersama-sama,” ujar Satriansyah.

Tinggalkan Komentar