Mantan Presiden Pakistan Ditankap Atas Tuduhan Korupsi

Islamabad, PANRITA.News – Mantan Presiden Pakistan Asif Ali Zardari ditangkap atas tuduhan korupsi pada Senin (10/6/2019). Penangkapan Zadari merupakan pukulan terhadap oposisi Partai Rakyat Pakistan (PPP).

Media setempat menyebutkan NAB menahan Zardari berdasarkan penyelidikan mereka ke sejumlah akun bank palsu dan pencucian uang.

“Zardari, suami mantan perdana menteri Benazir Bhutto, ditangkap oleh National Accountability Bureau (NAB),” kata juru bicara badan anti-korupsi, Nawazish Ali.

Saluran media lokal menyatakan NAB menangkap Zardari setelah penyelidikan ke rekening bank dan pencucian uang. Nasib serupa juga dialami saudara perempuan Zardari, yakni Faryal Talpur, yang juga sedang diselidiki.

Mantan presiden dan Talpur tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar. Tetapi mereka selalu membantah melakukan kesalahan terkait dengan kasus-kasus yang dituduhkan itu. Sementara PPP menyatakan kasus tersebut bermotivasi politik.

“Hak kami atas persidangan yang adil sedang dilanggar,” ujar putra Zardari, pemimpin PPP Bilawal Bhutto Zardari.

Pada konferensi pers, Bilawal Zardari mengatakan bahwa petugas NAB tiba untuk menangkap ayahnya tanpa perintah pengadilan.

Para pejabat PPP mengatakan, kasus-kasus terhadap Zardari dimaksudkan untuk memberi tekanan pada partai oposisi dan mengangkat pamor Perdana Menteri Imran Khan, yang dipandang disukai oleh militer kuat Pakistan.

Musuh politik Khan lain, mantan perdana menteri Nawaz Sharif, juga dipenjara karena tuduhan korupsi.

“Pemerintah tidak memiliki peran dalam (penangkapan Zardari),” kilah Menteri Dalam Negeri, Ejaz Shah, kepada parlemen.

Shah mengatakan penangkapan Zardari adalah keputusan pengadilan dan dilakukan oleh NAB. Pemerintah Imran Khan tidak ada hubungannya dengan tindakan itu.

Tinggalkan Komentar