Kathmandu, PANRITA.News – Gelombang demonstrasi besar-besaran di Nepal berubah menjadi kobaran api yang melahap simbol-simbol kekuasaan.
Bukan hanya gedung parlemen dan rumah pribadi para menteri yang hangus, hotel mewah bitang 5, Hilton Kathmandu pun tak luput dari amukan massa.
Kerusuhan pecah pada Selasa (9/9/2025) waktu setempat. Dilansir Hindustan Times, ribuan orang mengamuk di jalanan ibu kota. Mereka menyerbu Hotel Hilton, menyulut api hingga menjalar ke beberapa lantai. Gedung ikonik itu kini berdiri porak-poranda, dengan kaca berserakan dan furnitur mewah tak bersisa.
Rumor jadi pemantik. Massa marah setelah beredar kabar bahwa putra mantan PM Sher Bahadur Deuba bersama istrinya, Arzu Rana Deuba yang kini menjabat Menteri Luar Negeri Nepal, telah menguasai saham mayoritas hotel bintang lima tersebut.
Kemarahan rakyat tak berhenti di situ. Rumah pasangan Deuba pun diserbu. Laporan menyebut keduanya bahkan dipukuli massa yang murka melihat gaya hidup mereka yang glamor, sementara rakyat Nepal masih berkutat dengan kesulitan ekonomi.
Petugas damkar Kathmandu, Dua Ramesh Tamang, mengaku hampir tak percaya menyaksikan Hilton terbakar.
“Saya tidak pernah membayangkan ini sebelumnya, tidak seorang pun bisa membayangkan ini,” katanya, dikutip The New York Times.
Tamang mengungkapkan, ia dan timnya sudah berjibaku empat hari penuh untuk memadamkan api di sejumlah titik, termasuk Hotel Hilton. Sebanyak 25 tangki air dikerahkan hanya untuk menjinakkan kobaran di hotel megah tersebut.
Video udara yang dirilis Asian News International memperlihatkan sisi hotel diselimuti asap hitam pekat hingga beberapa lantai. Bagian lainnya memang tidak sampai hangus, tapi tetap meninggalkan bekas luka dalam pada wajah pariwisata Nepal.
Kini, Hilton Kathmandu berdiri sebagai puing kebakaran politik dan sosial, simbol mewah yang berubah menjadi bara amarah rakyat.

Comment