Nurdin Abdullah Ajak Sarjana Millenial Pulang Kampung Bangun Desa

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (NA) mengajak lulusan sarjana yang telah menempuh pendidikan di perguruan tinggi baik di dalam negeri maupun di luar negeri untuk kembali membangun kampung halaman mereka di desa. (Foto: Ist)

Makassar, PANRITA.News – Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (NA) mengajak lulusan sarjana yang telah menempuh pendidikan di perguruan tinggi baik di dalam negeri maupun di luar negeri untuk kembali membangun kampung halaman mereka di desa.

“Selesai pendidikan kembali ke kampung untuk membangun sektor pertanian, perikanan dan peternakan serta mendorong sektor pariwisata sebagai sektor destinasi. Ini sebuah tantangan bagi kita, saya percaya anak-anakku sekalian,” kata Nurdin Abdullah saat didaulat menjadi Keynote Speaker pada peresmian IDN Times Regional di Universitas Hasanuddin, Selasa (23/4/2019).

Tantangan Pemerintah Provinsi Sulsel sendiri adalah bagaimana mensejahterakan petani dan nelayan dengan potensi besar yang telah dimiliki.

“Kita punya pulau-pulau yang begitu luas di negara kita, negara kepulauan yang luar biasa, semua kita punya, tetapi kemiskinan masih ada di pesisir, ini tantangan kita,” sebutnya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah bagaimana menjaga agar disparitas harga antara petani dan pedagang tidak besar. Minimal harga di tingkat petani tidak jauh berbeda dengan harga di tingkat pedagang. Inilah tantangan yang harus dilakukan, dengan mencoba membuat inovasi petani dan nelayan disejahterakan. Keluarga petani dan nelayan diharapkan tingkat kehidupannya lebih sejahtera demikian juga dengan anak-anaknya.

Para lulusan ini juga didorong untuk dapat mengambil kesempatan dengan berlibur sambil bekerja di luar negeri seperti Australia. Kegiatan seperti ini sekaligus transfer ilmu dari pengalaman mereka yang dapat diterapkan ketika kembali ke Sulsel.

Menurut Nurdin, saat ini Provinsi Sulsel sedang membangun kerjasama dengan Australia dengan sebuah program berlibur sambil bekerja. Tahun ini kerjasama dengan pemerintah sebanyak 1.000 orang dan dapat lebih dikembangkan.

“Itu bukan mencari duit tetapi membangun wawasan kita,” ujarnya.

Nurdin juga menyampaikan bahwa kaum milenial ini akan mengambil estafet kepemimpinan bangsa. Pada tahun 2045 mendatang, Indonesia diprediksi akan masuk sebagai negara terkuat ke enam dunia.

“Tentu pertanyaanya apakah kita sudah siap menghadapi tahun 2045?,” pungkasnya.

Leave a Reply