Jubir Caleg PPP Ini Beri Penjelasan Soal OTT KPK Terhadap Romahurmuziy

Makassar, PANRITA.News – Juru bicara (jubir) salah satu Caleg PPP untuk DPR RI, Muhammad Fakhruddin angkat suara terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang di lakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Ketum PPP.

Menurutnya, OTT yang dilakukan oleh KPK terhadap Ketum PPP Romahurmuziy pada Jumat (15/3/2019) kemarin merupakan peristiwa hukum yang menyangkut person dari pucuk pimpinan PPP.

Seperti yang diketahui, KPK dalam beberapa bulan terakhir melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat dan elit Politik. Langkah KPK ini banyak mendapat dukungan.

“KPK harus kita dukung, sekecil apa pun OTT KPK harus kita dukung. Karena memang pelaku tindak pidana korupsi (tipikor) besar lebih licin dan licik. Dengan uang dan kekuasaannya pelaku tipikor dapat membeli apa dan siapa saja,” ujar Muh.Fakhruddin yang juga merupakan praktisi hukum ini.

Alumni Pascasajana Univeristas Muslim Indonesia (UMI) itu menambahkan bahwa suatu proses penegakan hukum harus tepat. Namun sebagai praktisi hukum ia menegaskan bahwa pada penegakan Hukum Pidana menganut asas Praduga tak bersalah “Presumption of innocence“.

Hal itu menurutnya merupakan asas dimana seseorang dinyatakan tidak bersalah hingga pengadilan menyatakan bersalah.

Baginya, asas ini sangat penting pada demokrasi modern dengan banyak negara memasukannya kedalam konstitusinya.

“Jadi saya berharap masyarakat tetap tenang dan menunggu hasil pemeriksaan penyidik KPK 1x 24 jam untuk menentukan status hukum Ketum PPP,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (16/3/2019).

“Sebagai Jubir Caleg PPP DPR RI saya merasa perlu memberikan komentar terkait permasalahan Hukum yang di hadapai Ketum PPP, ” tambah Fakhruddin.

Sehingga, ia menilai masyarakat perlu dihimbau untuk tetap tenang menunggu putusan pengadilan, sebab segala tindakan hukum pada situasi seperti ini sangat politis mengingat kontestasi demokrasi sudah semakin dekat.

Tinggalkan Komentar