KPK Periksa Petinggi BUMN Adhi Karya Terkait Korupsi Gedung IPDN

Jakarta, PANRITA.News – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Direktur SDM Sistem dan Investasi PT Adhi Karya, Adji Sadmoko, Rabu (6/3/2019).

Petinggi BUMN itu diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Sulawesi Utara untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Setjen Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Dudy Jocom.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DJ (Dudy Jocom),” kata Jubir KPK Febri Diansyah, Rabu (6/3/2019).

Tim Penyidik KPK sejatinya telah memanggil Adji Sadmoko untuk diperiksa pada Kamis (20/12/2018). Namun Adji saat itu mangkir dari pemeriksaan dengan alasan sedang berada di luar kota.

“Saksi akan dikonfirmasi sejumlah hal sepanjang pengetahuannya dalam kasus ini,” kata Febri Diansyah.

Diketahui, Dudy Jocom ditetapkan KPK sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pembangunan empat kampus IPDN di sejumlah daerah, yakni di Rokan Provinsi Riau; Agam Sumatera Barat, Gowa Sulawesi Selatan dan Minahasa Sulawesi Utara.

Selain Dudy Jocom, status tersangka juga disematkan KPK terhadap Kepala Divisi Gedung PT Hutama Karya Budi Rahmat Kurniawan dan Bambang Mustaqim selaku senior manager pemasaran PT Hutama Karya.

Untuk kasus dugaan korupsi proyek kampus IPDN di Agam, KPK menjerat Dudy Jocom bersama Budi Rahmat Kurniawan. Tak hanya itu, Dudy Jocom bersama Kepala Divisi Gedung atau Kepala Divisi I PT Waskita Karya, Adi Wibowo dijerat KPK dalam kasus dugaan korupsi kampus IPDN di Gowa.

Sedangkan untuk kasus dugaan korupsi proyek IPDN di Minahasa Sulawesi Utara, KPK menjerat Dudy Jocom bersama Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya, Dono Purwoko. Empat proyek pembangunan empat kampus IPDN di sejumlah daerah itu ditaksir merugikan keuangan negara sekitar Rp 77,48 miliar.

Leave a Reply